Kucoba gapai semua angan
Tentang bayang-bayang keindahan
Walaupun keresahan selalu terpahat
Telah kutemukan arti yang tersirat
Bilapun nanti ku terjatuh dari pebaringan
Dan tiada lagi ku temukan kebahagiaan
Ingatanku akan selalu melayang
Pada seseorang yang kusayang
“@n3e”
Kuhapus keraguanku atas cintamu
Ku ungkap semua tentangku
Tak satupun yang alfa dariku
Semua yang kau beri singkirkan keegoanku
Yang ada hanya kepercayaan, keikhlasan dan cinta
Maryam
Bingung…
Rasanya terombang ambing
Tak punya pegangan
Tak ada tujuan
Ada rasa kehilangan
Ada rasa kecewa penuh dengan duka
Sedih…
Namun tertahan tuk teteskan air mata
Mungkinkah…
Air pencuci kedukaan itu telah mengering
Atau…
Enggan tuk lepaskan penderitaan
Derita yang dalam
Sat separuh jiwa telah hilang
Saat separuh kehidupan telah tenggelam
Maryam,12 Januari 2005
Ingin ku lepas semua rindu ini dipelukmu
Serta menumpahkan tangis yang terdalam
Dada ini terasa begitu sesak
Bagai terhimpit serta tersudut dalam keramaian
Ku pejamkan mataku
Ku bayangkan wajahmu
Lalu kurasakan kehadiranmu
Ku buka mataku
Dan kudapati keramaian yang telah lenyap bersama gelap
Jubah hitam yang diturunkan
Menyeimuti bumi dengan keanggunan
Lalu kulangkahkan kaki menuju peraduan
Maryam, 01 Oktober 2004
Oh apa ini…?
Begitu cepatnya…
Kehangatan, ketulusan itu tercuci habis
Tanpa bekas, sekilas dan lepas
Oh apa ini…?
Hingga tetesan air mata ini keluar
Seperti ada yang menggenang
Oh apa ini…?
Bukankah ini suatu ketidakadilan
Jika kesungguhan lari dari kenyataan
Bila kesetiaan ini kandas bersama harapan
Akhirnya aku tahu…!
Bahwa kehinaan yang ku miliki limbah
Tak pantas mendapatkan cinta sucinya
Meski cinta itu dekat dan melekat
Ciputat, 28 Maret 2004
Sejenak mata ini terbentur bayang keindahan
Hingga terajut dalam bunga-bunga malam sunyi
Menghangatkan sisi hampa direnungan hati
Berharap mimpi tak pergi asa keinginan tak lari
Tersentak sesaat mata ini berkedip
Terdengar gemuruh riuh suara-suara pemuja
Seakan berharap badai kecil kan berlalu
Tanpa menghadirkan gelombang besar menerpa
Meski butiran air ketidakberdayaan hilang
Kering termakan penyesalan
Tak mungkin bisa lagi memaksa
Langkah tegar tuk berjalan
Mata binar tuk memandang
Ciputat, 29 Mei 2004