<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mariamhartini&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://mariamhartini.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mariamhartini.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Sep 2011 14:04:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mariamhartini.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mariamhartini&#039;s Blog</title>
		<link>http://mariamhartini.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mariamhartini.wordpress.com/osd.xml" title="Mariamhartini&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mariamhartini.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Statistik Inference (Statistik Kesehatan Masyarakat)</title>
		<link>http://mariamhartini.wordpress.com/2010/03/01/statistik-inference-statistik-kesehatan-masyarakat/</link>
		<comments>http://mariamhartini.wordpress.com/2010/03/01/statistik-inference-statistik-kesehatan-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 11:32:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mariamhartini</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariamhartini.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Bab I Pendahuluan 1.1 Sejarah statistik Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah istilah dalam bahasa latin modern statistikum collegium (&#8220;dewan negara&#8221;) dan bahasa Italia statista (&#8220;negarawan&#8221; atau &#8220;politikus&#8221;). Gottfried Achenwall (1749) menggunakan Statistik dalam bahasa Jerman untuk pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai &#8220;ilmu tentang negara (state)&#8221;. Pada awal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=76&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bab I</strong></p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>1.1 Sejarah statistik</strong></p>
<p>Penggunaan istilah <em>statistika</em> berakar dari istilah istilah dalam bahasa latin modern <em>statistikum collegium</em> (&#8220;dewan negara&#8221;) dan bahasa Italia <em>statista</em> (&#8220;negarawan&#8221; atau &#8220;politikus&#8221;).</p>
<p><a title="Gottfried Achenwall (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gottfried_Achenwall&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gottfried Achenwall</a> (1749) menggunakan <em>Statistik</em> dalam <a title="Bahasa Jerman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jerman">bahasa Jerman</a> untuk pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai &#8220;ilmu tentang negara (<em>state</em>)&#8221;. Pada awal <a title="Abad ke-19" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-19">abad ke-19</a> telah terjadi pergeseran arti menjadi &#8220;ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi data&#8221;. Sir John Sinclair memperkenalkan nama (<em>Statistiks</em>) dan pengertian ini ke dalam <a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>. Jadi, statistika secara prinsip mula-mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. Pengumpulan data terus berlanjut, khususnya melalui <a title="Sensus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sensus">sensus</a> yang dilakukan secara teratur untuk memberi informasi kependudukan yang berubah setiap saat.</p>
<p>Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam <a title="Matematika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matematika">matematika</a>, terutama <a title="Probabilitas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Probabilitas">probabilitas</a>. Cabang statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung <a title="Metode ilmiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah">metode ilmiah</a>, <a title="Statistika inferensi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Statistika_inferensi&amp;action=edit&amp;redlink=1">statistika inferensi</a>, dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh <a title="Ronald Fisher" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ronald_Fisher">Ronald Fisher</a> (peletak dasar statistika inferensi), <a title="Karl Pearson" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karl_Pearson">Karl Pearson</a> (metode <a title="Analisis regresi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Analisis_regresi&amp;action=edit&amp;redlink=1">regresi linear</a>), dan <a title="William Sealey Gosset (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=William_Sealey_Gosset&amp;action=edit&amp;redlink=1">William Sealey Gosset</a> (<a title="Meneliti problem sampel berukuran kecil (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Meneliti_problem_sampel_berukuran_kecil&amp;action=edit&amp;redlink=1">meneliti problem sampel berukuran kecil</a>). Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari <a title="Astronomi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Astronomi">astronomi</a> hingga <a title="Linguistika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Linguistika">linguistika</a>. Bidang-bidang <a title="Ekonomi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi">ekonomi</a>, <a title="Biologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi">biologi</a> dan cabang-cabang terapannya, serta <a title="Psikologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi">psikologi</a> banyak dipengaruhi oleh statistika dalam <a title="Metodologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metodologi">metodologinya</a>. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti <a title="Ekonometrika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonometrika">ekonometrika</a>, <a title="Biometrika (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biometrika&amp;action=edit&amp;redlink=1">biometrika</a> (atau biostatistika), dan <a title="Psikometrika (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikometrika&amp;action=edit&amp;redlink=1">psikometrika</a>.</p>
<p>Meskipun ada pihak yang menganggap statistika sebagai cabang dari matematika, tetapi sebagian pihak lainnya menganggap statistika sebagai bidang yang banyak terkait dengan matematika melihat dari sejarah dan aplikasinya. Di Indonesia, kajian statistika sebagian besar masuk dalam fakultas matematika dan <a title="Ilmu pengetahuan alam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_pengetahuan_alam">ilmu pengetahuan alam</a>, baik di dalam departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.</p>
<p><strong>1.2 Definisi</strong></p>
<p><strong>Statistika</strong> adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan <a title="Data" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Data">data</a>. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah &#8216;statistika&#8217; (<a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>: <em>statistiks</em>) berbeda dengan &#8216;statistik&#8217; (<em>statistik</em>). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan <a title="Statistika deskriptif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Statistika_deskriptif">statistika deskriptif</a>. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan <a title="Teori probabilitas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_probabilitas">teori probabilitas</a>. Beberapa istilah statistika antara lain: <a title="Populasi (statistika)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Populasi_%28statistika%29">populasi</a>, <a title="Sampel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sampel">sampel</a>, <a title="Unit sampel (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Unit_sampel&amp;action=edit&amp;redlink=1">unit sampel</a>, dan <a title="Probabilitas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Probabilitas">probabilitas</a>.</p>
<p>Statistika banyak diterapkan dalam berbagai <a title="Disiplin ilmu (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Disiplin_ilmu&amp;action=edit&amp;redlink=1">disiplin ilmu</a>, baik ilmu-ilmu alam (misalnya <a title="Astronomi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Astronomi">astronomi</a> dan <a title="Biologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi">biologi</a> maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk <a title="Sosiologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi">sosiologi</a> dan <a title="Psikologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi">psikologi</a>), maupun di bidang <a title="Bisnis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis">bisnis</a>, <a title="Ekonomi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi">ekonomi</a>, dan <a title="Industri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Industri">industri</a>). Statistika juga digunakan dalam <a title="Pemerintahan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintahan">pemerintahan</a> untuk berbagai macam tujuan; <a title="Sensus penduduk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sensus_penduduk">sensus penduduk</a> merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur <a title="Jajak pendapat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jajak_pendapat">jajak pendapat</a> atau <em>polling</em> (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta <a title="Jajak cepat (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jajak_cepat&amp;action=edit&amp;redlink=1">jajak cepat</a> (perhitungan cepat hasil pemilu) atau <em>quick count</em>. Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam <a title="Pengenalan pola" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pengenalan_pola">pengenalan pola</a> maupun <a title="Kecerdasan buatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan">kecerdasan buatan</a>.</p>
<p><strong>1.3 Konsep Dasar</strong></p>
<p>Dalam mengaplikasikan statistika terhadap permasalahan sains, industri, atau sosial, pertama-tama dimulai dari mempelajari populasi. Makna <em>populasi</em> dalam statistika dapat berarti populasi benda hidup, benda mati, ataupun benda abstrak. Populasi juga dapat berupa pengukuran sebuah proses dalam waktu yang berbeda-beda, yakni dikenal dengan istilah <em>deret waktu</em>.<strong> </strong></p>
<p>Melakukan pendataan (pengumpulan data) seluruh populasi dinamakan <a title="Sensus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sensus">sensus</a>. Sebuah sensus tentu memerlukan waktu dan biaya yang tinggi. Untuk itu, dalam statistika seringkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yakni sebagian kecil dari populasi, yang dapat mewakili seluruh populasi. Analisis data dari sampel nantinya digunakan untuk menggeneralisasi seluruh populasi.<strong> </strong></p>
<p>Jika sampel yang diambil cukup representatif, inferensial (pengambilan keputusan) dan simpulan yang dibuat dari sampel dapat digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan. Metode statistika tentang bagaimana cara mengambil sampel yang tepat dinamakan <a title="Teknik sampling" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_sampling">teknik sampling</a>.</p>
<p>Analisis statistik banyak menggunakan <a title="Probabilitas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Probabilitas">probabilitas</a> sebagai konsep dasarnya. Sedangkan <a title="Matematika statistika (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Matematika_statistika&amp;action=edit&amp;redlink=1">matematika statistika</a> merupakan cabang dari <a title="Matematika terapan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Matematika_terapan&amp;action=edit&amp;redlink=1">matematika terapan</a> yang menggunakan <a title="Teori probabilitas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_probabilitas">teori probabilitas</a> dan <a title="Analisis matematis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Analisis_matematis&amp;action=edit&amp;redlink=1">analisis matematis</a> untuk mendapatkan dasar-dasar teori statistika.</p>
<p>Ada dua macam statistika, yaitu <a title="Statistika deskriptif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Statistika_deskriptif">statistika deskriptif</a> dan <a title="Statistika inferensial (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Statistika_inferensial&amp;action=edit&amp;redlink=1">statistika inferensial</a>. Statistika deskriptif berkenaan dengan deskripsi data, misalnya dari menghitung rata-rata dan varians dari data mentah; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik sehingga data mentah lebih mudah “dibaca” dan lebih bermakna. Sedangkan statistika inferensial lebih dari itu, misalnya melakukan <a title="Pengujian hipotesis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pengujian_hipotesis&amp;action=edit&amp;redlink=1">pengujian hipotesis</a>, melakukan <a title="Prediksi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prediksi&amp;action=edit&amp;redlink=1">prediksi</a> observasi masa depan, atau membuat model <a title="Regresi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Regresi">regresi</a>.</p>
<ul>
<li><a title="Statistika deskriptif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Statistika_deskriptif">Statistika deskriptif</a> berkenaan      dengan bagaimana data dapat digambarkan dideskripsikan) atau disimpulkan,      baik secara numerik (misalnya menghitung rata-rata dan deviasi standar)      atau secara grafis (dalam bentuk tabel atau grafik), untuk mendapatkan      gambaran sekilas mengenai data tersebut, sehingga lebih mudah <em>dibaca</em> dan bermakna.</li>
<li><a title="Statistika inferensial (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Statistika_inferensial&amp;action=edit&amp;redlink=1">Statistika      inferensial</a> berkenaan dengan permodelan data dan melakukan      pengambilan keputusan berdasarkan analisis data, misalnya melakukan <a title="Pengujian hipotesis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pengujian_hipotesis&amp;action=edit&amp;redlink=1">pengujian      hipotesis</a>, melakukan estimasi pengamatan masa mendatang (<a title="Estimasi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Estimasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">estimasi</a> atau <a title="Prediksi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prediksi&amp;action=edit&amp;redlink=1">prediksi</a>), membuat      permodelan hubungan (<a title="Korelasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Korelasi">korelasi</a>, <a title="Regresi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Regresi">regresi</a>,      <a title="ANOVA" href="http://id.wikipedia.org/wiki/ANOVA">ANOVA</a>,      <a title="Deret waktu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Deret_waktu">deret      waktu</a>), dan sebagainya</li>
</ul>
<h3>1.4 Tipe pengukuran</h3>
<p>Ada empat <a title="Tipe pengukuran (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tipe_pengukuran&amp;action=edit&amp;redlink=1">tipe pengukuran</a> atau skala pengukuran yang digunakan di dalam statistika, yakni: nominal, ordinal, interval, dan rasio. Keempat skala pengukuran tersebut memiliki tingkat penggunaan yang berbeda dalam riset statistik.</p>
<ul>
<li>Skala <em>nominal</em> hanya bisa membedakan sesuatu yang      bersifat kualitatif (misalnya: jenis kelamin, agama, warna kulit).</li>
<li>Skala <em>ordinal</em> selain membedakan juga menunjukkan      tingkatan (misalnya: pendidikan, tingkat kepuasan).</li>
<li>Skala interval berupa angka kuantitatif namun tidak memiliki      nilai nol mutlak (misalnya: tahun, suhu dalam Celcius).</li>
<li>Skala rasio berupa angka kuantitatif yang memiliki nilai nol      mutlak.</li>
</ul>
<p><strong>BAB II</strong></p>
<p><strong>PEMBAHASAN</strong></p>
<p><strong>2.1 Hipotesis</strong></p>
<p>Hipotesis adalah asumsi atau dugaan mengenai sesuatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal itu yang sering dituntut untuk melakukan pengecekan. Jika asumsi atau dugaan itu dikhususkan mengenai populasi. Umumnya mengenai nilai-nilai parameter populasi,maka hipotesis itu disebut hipotesis statistik.</p>
<ol>
<li><strong>A. </strong><strong>Macam-macam Hipotesis</strong></li>
<li>Hipotesis Nol (Ho)</li>
</ol>
<p>yaitu hipotesis yang menyatakan tidak ada perbedaaan suatu kejadian antara kedua kelompok dan tidak ada hubungan antara variabel yang satu dengan yang lain.</p>
<p>2.Hipotesis Alternatif (Ha)</p>
<p>yaitu hipotesis yang menyatakan ada perbedaan kejadian antara kedua kelompok dan ada hubungan antara variabel yang satu dengan yang lain.</p>
<ol>
<li><strong>B. </strong><strong>Pengambilan Keputusan</strong></li>
<li>Setiap Uji Statistik akan memperoleh nilai probabilitas(p).</li>
<li>Nilai p: Probabilitas hipotesis nol sesuai dengan hasil penelitian.</li>
<li>Jika p besar maka hipotesis nol (Ho) diterima,jika p kecil maka Ho ditolak.</li>
<li>Besar kecilnya probabilitas (p) ditentukan oleh alfa.</li>
<li><strong>C. </strong><strong>Kesalahan Pengambilan Keputusan</strong></li>
</ol>
<p>Untuk pengujian hipotesis,penelitian dilakukan,sample acak diambil,nilai-nilai statistik yang perlu dihitung kemudian dibandingkan menggunakan kriteria tertentu dengan hipotesis.jika hasil yang didapat dari penelitian itu,dalam pengertian peluang jauh berbeda dari hasil yang diharapkan terjadi berdasarkan hipotesis,maka hipotesis ditolak. Jika terjadi sebaliknya,hipotesis diterima. Ada dua macam kesalahan yang dapat terjadi,yaitu:</p>
<ol>
<li><strong><em>a. </em></strong><strong><em>Kesalahan tipe I atau alfa (α)</em></strong></li>
<li>Peneliti menolak Ho,padahal sesungguhnya Ho benar.</li>
<li>Dalam penggunaannya, α disebut pula taraf signifikan atau taraf arti atau sering disebut taraf nyata.</li>
<li>Peluang untuk tidak melakukan kesalahan tipe ini adalah sebesar 1 – α (convidence level/tingkat kepercayaan).</li>
<li><strong><em>b. </em></strong><strong><em>Kesalahan tipe II atau beta (β)</em></strong></li>
<li>Peneliti tidak menolak Ho,padahal sesungguhnya Ho salah.</li>
<li>Peluang untuk tidak melakukan kesalahan tipe ini adalah sebesar 1-ß dan dikenal dengan tingkat kekuatan uji(power of the test)</li>
<li><strong>D. </strong><strong>Langkah-langkah pengujian Hipotesis</strong></li>
<li>Tentukan hipotesis nol(Ho) dan hipotesis alternatif(Ha).</li>
<li>Tentukan derajat kemaknaan (α)</li>
<li>Tentukan jenis uji statistik yang sesuai</li>
<li>Hitung nilai uji statistiknya.</li>
<li>Hitung p value atau bandingkan nilai statistik dengan nilai tabel.</li>
</ol>
<p><em>Keputusan:</em></p>
<ol>
<li><strong><em>a. </em></strong><strong><em>p ‹ </em></strong><strong><em>α </em></strong><strong><em>à Ho ditolak </em></strong><strong><em>à simpulkan Ha </em></strong></li>
<li><strong><em>b. </em></strong><strong><em>P ≥ </em></strong><strong><em>α </em></strong><strong><em>àHo diterima </em></strong><strong><em>àsimpulkan Ho</em></strong></li>
</ol>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<ol>
<li><strong>E. </strong><strong>Arah Uji Hipotesis</strong></li>
</ol>
<p><strong>1) </strong><strong>One tail (satu pihak)</strong></p>
<p>Bila Ha menyatakan arah tidak sama,hal yang satu lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain.</p>
<ol>
<li><em>1. </em><em>Pihak kanan </em></li>
</ol>
<p>Apabila Ha lebih besar,maka dalam distribusi yang digunakan didapat sebuah daerah kritis yang letaknya diujung sebelah kanan.</p>
<ol>
<li><em>2. </em><em>Pihak kiri </em></li>
</ol>
<p>Apabila Ha lebih kecil,maka dalam distribusi yang digunakan didapat sebuah daerah kritis yang letaknya diujung sebelah kiri.</p>
<p><strong>2) </strong><strong>two tail (dua pihak)</strong></p>
<p>Bila Ha tidak sama dengan Ho berarti terdapat nilai yang lebih besar dan lebih kecil dari suatu batas kritis. Ini berarti terdapat dua daerah penolakan hipotesis nol. Secara statistic,pengujian tersebut dinamakan pengujian dua arah atau dua pihak.</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="46" height="42"></td>
<td width="63"></td>
<td width="10"></td>
<td width="51"></td>
</tr>
<tr>
<td height="1"></td>
<td rowspan="2" align="left" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td height="11"></td>
<td></td>
<td rowspan="2" align="left" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td height="1"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Daerah kritis                                            Daerah kritis</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Contoh soal:</p>
<p>Pengusaha lampu pijar A mengatakan bahwa lampunya bisa tahan pakai sekitar 800 jam. Akhir-akhir ini timbul dugaan bahwa masa pakai lampu itu telah berubah.Untuk menentukan hal ini,dilakukan penelitian dengan jalan menguji 50 lampu. Ternyata rata-ratanya 792 jam. Dari pengalaman,diketahui bahwa simpangan baku masa hidup lampu 60 jam. Selidikilah dengan taraf nyata 0,05 apakah kualitas lampu itu sudah berubah atau belum.</p>
<p>Jawaban :</p>
<p>Memisalkan masa hidup lampu berdistribusi normal,maka kita akan menguji :</p>
<p>Ho       :           m = 800 jam,berarti lampu itu masa pakainya sekitar 800jam.</p>
<p>Ha        :           m ≠ 800jam,berarti kualitas lampu telah berubah dan bukan 800 jam lagi.</p>
<p>Dari pengalaman diatas,simpangan baku σ = 60 jam</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2.2 Uji Beda Dua Mean</strong></p>
<p>Uji beda dua mean adalah uji statistik yang membandingkan mean dua kelompok data. Sebelum kita melakukan uji statistik dua kelompok data, kita perlu perhatikan apakah dua kelompok data tersebut berasal dari dua kelompok yang <em>independen</em> atau berasal dari dua kelompok yang <em>dependen/ pasangan</em>. Dikatakan kedua kelompok data independen bila data kelompok yang satu tidak tergantung dari data kelompok kedua, misalnya membandingkan mean tekanan darah sistolik orang desa dengan orang kota.tekanan darah orang kota independen (tidak tergantung) dengan orang desa. Dilain pihak kedua kelompok data dikatakan dependen/ pasangan bila kelompok data yang dibandingkan datanya saling mempunyai ketergantungan, misalnya, data berat badan sebelum dan sesudah mengikuti program diet berasal dari orang yang sama (data sesudah dependen / tergantung dengan data sebelum).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>A.Macam-macam Uji Beda Dua Mean</strong><strong> </strong></p>
<p>Uji beda dua mean dibagi dalam dua kelompok, yaitu:</p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Uji beda dua mean independen </strong></li>
</ol>
<p>Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui perbedaan mean dua kelompok data independen. Syarat / asumsi yang harus dipenuhi adalah:</p>
<ol>
<li>Data berdistribusi normal / simetris</li>
<li>Kedua kelompok data independen</li>
<li>Variable yang dihubungkan berbentuk numerik dan kategorik (dengan hanya dua kelompok).</li>
</ol>
<p><strong>Uji homogenitas varian</strong></p>
<p>Prinsip pengujian dua mean adalah melihat perbedaan variasi kedua kelompok data.oleh karena itu, dalam pengujian ini diperlukan informasi apakah varian kedua kelompok yang di uji sama atau tidak.bentuk varian kelompok data akan berpengaruh pada nilai <em>standard error</em> yang akhirnya akan membedakan rumus pengujiannya. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui varian antara kelompok data satu apakah sama dengan kelompok data yang kedua. Perhitungannya dengan menggunakan uji F :</p>
<p><strong>F =      S<sub>1</sub><sup>2</sup></strong></p>
<p><strong> S<sub>2</sub><sup>2</sup></strong></p>
<p><strong><sup> </sup></strong></p>
<p><strong>df<sub>1</sub>= n1-1 </strong></p>
<p><strong>df<sub>2</sub>= n2-1</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong><em>1. </em></strong><strong><em>Uji untuk varian sama</em></strong></li>
</ol>
<p>Uji beda dua mean dapat dilakukan dengan menggunakan uji Z atau uji T. uji Z dapat digunakan bila standar deviasi populasi () diketahui dan jumlah sampel besar (lebih dari 30). Apabila syarat tersebut tidak terpenuhi, maka dilakukan uji T. Pada umumnya nilai <strong>σ</strong> sulit diketahui, sehingga uji beda dua mean biasannya menggunakan uji T (T-Test). Untuk varian yang sama, bentuk ujinya adalah :</p>
<p><strong>T  =           X<sub>1</sub> – X<sub>2</sub></strong></p>
<p><strong> Sp √ (1/n1) + (1n2)</strong></p>
<p><strong>Sp<sup>2</sup> =    (n1-1) S<sub>1</sub><sup>2 </sup>+ (n2-1) S<sub>2</sub><sup>2</sup></strong></p>
<p><strong> n1 + n2-2</strong></p>
<p><strong>df = n1 + n2 – 2</strong></p>
<p><em>keterangan </em>:</p>
<p>n1 atau n2 = jumlah sampel kelompok 1 atau 2</p>
<p>S1 atau S2 = standar deviasi sampel kelomok 1 dan 2</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>contoh kasus </em></strong></p>
<p>seorang pejabat Depkes berpendapat bahwa rata-rata nikotin yang dikandung rokok jarum lebih tinggi dibandingkan rokok wismilak.untuk membuktikan pendapatnya, dilakukan penelitian dengan mengambil sampel secara random 10 batang rokok jarum dan 8 batang rokok wismilak. Dari hasil pengolahan data dilaporkan bahwa rata-rata kadar nikotin rokok jarum adalah 23,1 mg dengan standar deviasi 1,5 mg. sementara itu, kadar nikotin pada rokok wismilak rata-rata 20,0 mg dengan standar deviasi 1,7 mg. berdasarkan data tersebut ujilah pendapat pejabat Depkes tersebut dengan menggunakan alpha 5%!</p>
<p><em>Jawab :</em></p>
<p>Langkah pertama adalah melakukan pemeriksaan homogenitas varian kedua data dengan menggunakan uji F.</p>
<p><em>Hipotesis :</em></p>
<p>Ho : σ<sub>1</sub><sup>2</sup>= σ<sub>2</sub><sup>2</sup> (varian kadar nikotin jarum sama dengan varian kadar nikotin wismilak)</p>
<p>Ha : σ<sub>1</sub><sup>2</sup>= σ<sub>2</sub><sup>2</sup> (varian kadar nikotin jarum berbeda dengan varian kadar nikotin wismilak)</p>
<p><em>Perhitungan uji F : </em></p>
<p><strong>F = (1,7)² / (1,5)² = 1,28</strong></p>
<p><strong>df1 = 8 – 1 = 7 dan df2 = 10 – 1 = 9</strong></p>
<p>Dari nilai F dan kedua df tersebut kemudian dilihat pada table F. df1 = 7 sebagai numerator, dan df2 = 9 sebagai denominator.</p>
<p>Pada soal di atas diperoleh nilai F = 1,28 dan terlihat angka tersebut di atas angka 2,51 pada area 0,100 artinya nilai P &gt; 0,100, sehingga keputusannya : Ho gagal ditolak. Ini berarti varian kadar nikotin rokok jarum <em>sama</em> dengan varian kadar nikoton rokok wismilak.</p>
<p>Langkah selanjutnya adalah menguji perbedaan mean kedua kelompok data tersebut dengan menggunakan <em>uji t untuk xarian yang sama :</em></p>
<p>Hipotesis :</p>
<p>Ho : µ<sub>1=</sub> µ<sub>2</sub> (mean kadar nikotin jarum sama dengan mean kadar nikotin wismilak)</p>
<p>Ha : µ<sub>1&gt;</sub>µ<sub>2</sub> ( mean kadar nikotin jarum lebih tinggi dibandingkan wismilak).</p>
<p>Dengan Ha seperti di atas berarti ujimya dengan <em>one tail </em>(satu arah / satu sisi).</p>
<p><em>Perhitungan uji t : </em></p>
<p><strong>t = 4,1</strong></p>
<p><strong>df = 10+8-2=16</strong></p>
<p>kemudian dicari nilai p dengan table distribusi t.</p>
<p>pada soal di atas diperoleh nilai t = 4,1 dengan df = 16, maka nilai tersebut terletak di sebelah kanan dari nilai 2,921. Berarti nilai p-nya adalah &lt;0,0005 (karena ujinya one tail, nilai p langsung dapat digunakan tidak perlu lagi dikalikan dua).</p>
<p><em>Keputusan uji statistik</em></p>
<p>Hasil perhitungan menghasilkan nilai p&lt; 0,0005 yang lebih kecil daripada nilai alpha (0,05), maka dapat diputuskan Ho ditolak. Dengan menggunakan alpha 5% dapat disimpulkan bahwa secara statistik kadar nikotin jarum memang lebih tinggi dibandingkan kadar nikotin rokok wismilak (p&lt;0,0005).</p>
<ol>
<li><strong><em>2. </em></strong><strong><em>Uji untuk varian berbeda</em></strong></li>
</ol>
<p>Untuk varian yang berbeda, bentuk ujinya menggunakan uji beda dua mean uji T (T-Test) dengan varian berbeda. Bentuk rumusnya adalah :</p>
<p><strong>T =            X<sub>1</sub> – X<sub>2</sub></strong></p>
<p><strong> √(S<sub>1</sub><sup>2</sup>/n1) + (S<sub>2</sub><sup>2</sup>/n2)</strong></p>
<p><sub> </sub></p>
<p>Untuk <em>degree of freedom </em>tidak bisa dengan rumus biasa (df = n1 + n2 &#8211; 2), tetapi dengan menggunakan rumus khusus berikut :</p>
<p>df =            [<strong>(S<sub>1</sub><sup>2</sup>/n1) + (S<sub>2</sub><sup>2</sup>/n2)]<sup>2</sup></strong></p>
<p>[<strong>(S<sub>1</sub><sup>2</sup>/n1)<sup>2</sup>/(n1-1)]+[ (S<sub>2</sub><sup>2</sup>/n2)<sup>2</sup>/(n2-1)]</strong></p>
<p><strong>2.uji beda dua mean dependen (<em>peired sampel</em>)</strong></p>
<p>Tujuan pengujian ini adalah untuk menguji perbedaan mean antara dua kelompok data yang dependen. Syarat / asumsi yang harus ada dalam pengujian ini adalah :</p>
<ol>
<li>Distribusi data normal</li>
<li>Kedua kelompok data dependen / pair</li>
<li>Jenis variable adalah numerik dan kategarik (dua kelompok)</li>
</ol>
<p>Rumus :</p>
<p><strong>T  =         d</strong></p>
<p><strong> SD_d/√n</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>d = rata-rata deviasi / selisih sampel 1 dengan sampel 2</p>
<p>SD_d = standar deviasi dari deviasi / selisih sampel 1 dan sampel 2</p>
<p><strong><em>Contoh </em></strong></p>
<p>Seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh vitamin B12 terhadap penyakit anemia. Sejumlah 10 penderita diberi suntikan vitamin B12 dan diukur kadar Hb darah sebelum dan sesudah pengobatan. Hasil pengukuran adalah :</p>
<p>Sesudah : 12,2  11,3  14,7  11,4  11,5  12,7  11,2  12,1  13,3  10,8</p>
<p>Sebelum : 13,0  13,4  16,0  13,6  14,0  13,8  13,5  13,8  15,5  13,2</p>
<p>Coba anda buktikan apakah ada perbedaan kadar Hb antara sebelum dan sesudah pemberian suntikan vit. B12, dengan alpha 5%!</p>
<p><strong><em>Jawab : </em></strong></p>
<p><strong><em>Hipotesis :</em></strong></p>
<p>Ho : <strong>δ= 0</strong> (tidak ada perbedaan  kadar Hb antara sebelum dan sesudah pemberian vit. B12)</p>
<p>Ha : <strong>δ = 0</strong> (ada perbedaan  kadar Hb antara sebelum dan sesudah pemberian vit. B12)</p>
<p>Perhitungan uji t :</p>
<p>Sesudah : 12,2  11,3  14,7  11,4  11,5  12,7  11,2  12,1  13,3  10,8</p>
<p>Sebelum : 13,0  13,4  16,0  13,6  14,0  13,8  13,5  13,8  15,5  13,2</p>
<p>Deviasi : 0,8  2,1  1,3  2,2  2,5  1,1  2,3  1,7  2,2  2,4. Jum : 18,6</p>
<p>Rata-rata deviasinya (d) = 18,6 /10 = 1,86</p>
<p><strong><em>Standar deviasi dari nilai deviasinya </em>(SD_d)</strong> :</p>
<p><strong>S = √∑<sup>n</sup><sub>ί=1</sub> (X1 – x)<sup>2</sup></strong></p>
<p><strong><sup> </sup>n – 1</strong> <strong> </strong></p>
<p>= (0,8-1,86)² +  (1,1-1,86)² + (1,3-1,86)² +  (1,7-1,86)² + (2,1-1,86)² + (2,2-1,86)² + (2,2-1,86)² + (2,3-1,86)² + (2,4-1,86)² +  (2,5-1,86)²</p>
<p>= 1,1236 + 0,5776 + 0,3136 + 0,0256 + 0,0576 + 0,1156 + 0,1156 + 0,1936 + 0,2916 + 0,4096</p>
<p>= 3224 : 9</p>
<p>= 0,358</p>
<p>S = √0,358</p>
<p>= 0,598</p>
<p>= 0,60</p>
<p>t =         1,86</p>
<p>0,60/√10</p>
<p>t = 9,80</p>
<p>kemudian dari nilai t tersebut dicari nilai p dengan melalui table t.</p>
<p>dari soal di atas diperoleh t = 9,80 dan df = 10-1 =9, maka nilainya di sebelah kanan dari nilai table 3,250 (p=0,005) berarti nilai p &lt; 0,005. Karena ujinya two tail, maka nilai p = 0,005 X 2 = nilai p&lt;0,01.</p>
<p><strong><em>Keputusan uji statistik </em></strong></p>
<p>Hasil perhitungan menghasilkan nilai p&lt;0,01 yang lebih kecil daripada nilai alpha (0,05), maka dapat diputuskan Ho ditolak. Jadi, dengan menggunakan alpha 5% dapat disimpulkan bahwa secara statistik ada perbedaan kadar Hb antara sebelum dan sesudah diberi suntikan vitamin B12 (p&lt;0,01).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2.3 ANOVA (<em>Analisys Of Varians</em>)</strong></p>
<p>Anava atau anova adalah anonim dari analisis varian terjemahan dari of variance,sehingga banyak orang yang menyebutnya dengan anova .anova merupakaan bagian dari metode analisis statistika yang tergolong analisis komparatif(perbandingan)lebih dari dua rata.</p>
<ul>
<li><strong>Konsep dasar analisis varian </strong></li>
</ul>
<p>Walaupun digunakan  istilah analisis varian ,tetapi sebenarnya yang di analisis adalah nilai rata-rata dari berbagai variabel.dengan demikian ,analisis varian merupakan teknik analisis untuk membandingkan nilai rata-rata.</p>
<p><strong>a. Anova satu jalur (one way-anova)</strong></p>
<p>Tujuan dari uji anova satu jalur ialah untuk membandingkan lebih dari dua rata-rata.sedangkan gunanya untuk menguji  kemampuan generalisasi.anova satu jalur melihat perbandingan  lebih dari dua kelompok data.</p>
<p>Contohnya:perbedaan prestasi belajar statistik antara mahasiswa tugas belajar(X1),izin belajar(x2) dan umum(x3).</p>
<p><strong>b. Anova dua jalur (two ways-anova) </strong></p>
<p>Anova dua jalur di gunakan  untuk menguji hipotesis perbandingan lebih dari dua sampel dan setiap sampel terdiri dari atas dua jenis atau lebih secara bersama-sama.</p>
<p><strong>Beberapa ketentuan menggunakan analisis varian/ anova.</strong></p>
<p>Agar analisis varian dapat di gunakan sebaik-baiknya maka ada beberpa  ketentuan yang harus di perhatikan ,yaitu sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Distribusi dimana sampel di ambil harus di asumsikan  berdistribusi normal atau mendekati normal. Oleh karna itu analisis varian sebaiknya di gunakan  untuk sampel besar.penggunaan sampel kecil  pada contoh  di atas hanya untuk mempermudah perhitungan  dan jumlah pengamatan pada tiap kelompok yang sama.bila jumlah pengamatan pada setiap kelompok tidak sama maka penghitungan rata-rata</li>
<li> Varian populasi pada setiap kelompok adalah sama</li>
<li>harus di hasil perhitungan nilai f lebih kecil 1 maka tidak bermakna.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2.4 Uji Hipotesis Beda Satu Pproporsi</strong></p>
<p>Uji hipotesis beda satu pproporsi adalah Uji statistik antara pproporsi dibandingkan dengan nilai standar tertentu. Tujuannya adalah untuk menguji perbedaan<strong> </strong>satu pproporsi dengan standar tertentu.<strong> </strong></p>
<p>RUMUS</p>
<p>Z = <strong><span style="text-decoration:underline;">X </span>– π<sub>o</sub> </strong></p>
<p><strong> n</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> <span style="text-decoration:underline;">√ π<sub>o</sub> (1- π<sub>o</sub>)</span></strong></p>
<p><strong> n</strong></p>
<p>Z = Nilai z</p>
<p>X = banyaknya kejadian</p>
<p>p0 = pproporsi anggapan atau standar</p>
<p>n = banyaknya sample</p>
<p><strong>Contoh</strong></p>
<p>Menurut pendapat pakar bahwa masyarakat mengikuti program KB baik secara mandiri atau ikut program pemerintah tidak melebihi 85% pendapat tersebut di uji dengan mengambil sampel 6800 masyarakat yang di identifikasi ke ikutsertaannya pada program KB berdasarkan penelitian di peroleh data, bahwa sebanyak5824 ikut program KB dan 976 orang tidak ikut program KB. Selidikilah dengan α = 10% apakah pendapat pakar tersebut benar?</p>
<p><strong>Jawabannya:</strong></p>
<p>Hipotesis</p>
<p>H<sub>o </sub>= π = 85% (tidak beda proporsi peserta KB dengan 85%)</p>
<p>H<sub>a</sub>= π &gt; 85% (beda proporsi peserta KB dengan 85%)</p>
<p>Hitung:</p>
<p>Z = <strong><span style="text-decoration:underline;">X </span>– </strong><strong>π</strong><strong><sub>o</sub></strong><strong> </strong></p>
<p><strong> n</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> <span style="text-decoration:underline;">√ </span><span style="text-decoration:underline;">π</span></strong><strong><span style="text-decoration:underline;"><sub>o</sub></span></strong><strong><span style="text-decoration:underline;"> (1- π</span></strong><strong><span style="text-decoration:underline;"><sub>o</sub></span></strong><strong><span style="text-decoration:underline;">)</span></strong></p>
<p><strong> n</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>π</strong><strong><sub>o</sub></strong><strong>= 85% = 0,85</strong></p>
<p><strong>X = 5824</strong></p>
<p><strong>n= 6800</strong></p>
<p><strong>Z= 1,5048</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Berarti H<sub>o </sub>ditolak dan H<sub>a</sub> diterima</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Kesimpulan</em></strong></p>
<p>Proporsi peserta KB beda lebih dari 85% pada α= 0,10</p>
<p><strong>2.5 </strong><strong>Uji Beda 2 Pproporsi atau lebih menggunakan Chi Square</strong><strong> </strong></p>
<p>Pengujian dengan chi square dapat digunakan untuk menguji pproporsi perbedaan parameter 2 populasi atau lebih.</p>
<p>Secara spesifik chi square dapat digunakan untuk menentukan:</p>
<p>¨            Ada tidaknya asosiasi antara 2 variabel (<em>independency test</em>)</p>
<p>¨            Apakah suatu kelompok homogen (<em>homogenity test)</em></p>
<p>¨            Seberapa jauh suatu pengamatan sesuai dengan parameter yang dispesifikasikan (<em>goodness of fit</em>)</p>
<p>Agar pengujian hipotesis dengan chi square dapat digunakan dengan baik, maka hendaknya memperhatikan ketentuan-ketentuan berikut.</p>
<ul>
<li>Jumlah sampel harus cukup besar untuk meyakinkan kita      bahwa terdapat kesamaan antara distribusi teoritis dengan distribusi sampling      chi square.</li>
<li>Pengamatan harus bersifat independen (<em>unpaired</em>).      Ini berarti bahwa jawaban satu subjek tidak berpengaruh terhadapjawaban      subjek lain atau satu subjek hanya satu kali digunakan dalam analisis.</li>
<li>Pengujian chi square hanya dapat digunakan untuk data      deskrit(data kategori) atau data kontinu yang telah dikelompokan menjadi      data kategori.</li>
<li>Jumlah frekuensi yang diharapkan harus sama dengan      jumlah frekuensi yang diamati.</li>
<li>Pada derajat kebebasan sama dengan 1 (tabel 2&#215;2)      tidak boleh ada nilai ekspektasi ila nilai yang diharapkan yang sangat      kecil. Secara umum, bila nilai yang diharapkan terletak dalam satu sel      terlalu kecil (&lt; 5) sebaiknya chi square tidak digunakan karena dapat      menimbulkan taksiran yang berlebih (<em>over estimate</em>) sehingga banyak      hipotesis yang ditolak.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Contoh soal:</strong></p>
<p>Seorang dokter rumah sakit menyatakan bahwa frekuensi anemia pada ibu hamail dirumah sakit A sama dengan di rumah sakit B dan sama dengan di rumah sakit C. pernyataan tersebut akan diuji pada derajat kemaknaan 5%.</p>
<p>Pernyataan tersebut di uji dengan mengambil data secara independen pada ketiga rumah sakit tersebut. Sampel yang diambil adalah ibu hamail yang datang memeriksakan diri ketiga rumah sakit tersebut, masing-masing rumah sakit A= 50, rumah sakit B= 40, dan rumah sakit C= 60.</p>
<p>Frekuensi anemia ibu hamil selama pengamatan adalah sebagai berikut.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="576" valign="top">Anemia                                        Tidak   Anemia</td>
</tr>
<tr>
<td width="576" valign="top">Rumah Sakit A                20                                                   30</p>
<p>Rumah Sakit B                25                                                   15</p>
<p>Rumah Sakit C                35                                                   25</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Untuk memudahkan menghitung nilai ekspektasi maka dibuat tabel kontingensi 3&#215;2 seperti berikut.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="576" valign="top">Anemia                      Tidak Anemia                        Jumlah</td>
</tr>
<tr>
<td width="576" valign="top">R S A               1) 20                                      2) 30                                     50</p>
<p>R S B               3) 25                                      4)   15                                         40</p>
<p>R S C               5) 35                                      6)   25                                        60</td>
</tr>
<tr>
<td width="576" valign="top">Jumlah                   80                                          70                                       150</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Untuk memudahkan menghitung besarnya nilai ekspekstasi maka setiap sel diberi nomor urut.</p>
<p>E1 = (50&#215;80) / 150 = 26,6</p>
<p>E2 = (50&#215;70) / 150 = 23,3</p>
<p>E3 = (40&#215;80) / 150 = 21,3</p>
<p>E4 = (40&#215;70) / 150 = 19,3</p>
<p>E5 = (60&#215;80) / 150 = 32,0</p>
<p>E6 = (60&#215;70) / 150 = 28,0</p>
<p>Rumus =           χ<sup>2 </sup>=<strong> Σ </strong><span style="text-decoration:underline;"><sup>(O-E)2</sup></span></p>
<p><sup> </sup><sup>E</sup></p>
<p><strong>2.6 Korelasi Dan Regresi</strong></p>
<p>Analisis korelasi dapat digunakan untuk mengadakan uraian tentang derajat hubungan linier antara satu variable dengan variable lain. Korelasi memang sering digunakan bersama dengan regresi untuk menjelaskan variasi variable dependen Y, tetapi korelasi sendiri dapat digunakan untuk mengukur derajat hubungan antara dua variable melalui koefisien determinasi dan koefisien korelasi.</p>
<ol>
<li><strong>A. </strong><strong>Macam-macam Korelasi</strong></li>
</ol>
<p><strong>Koefisien determinasi r² (coefficient of determination)</strong></p>
<p>Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara variable independent dengan variable dependen. Karena titik-titik koordinat yang membentuk garis regresi berasal dari sample maka disebut koefisien determinasi sample. Koefisien determinasi sample dibentuk berdasarkan perbandingan antara dua variasi, yaitu</p>
<ul>
<li>Jumlah variasi nilai Y yang terletak disekitar garis regresi.</li>
</ul>
<p>Rumus   <strong>∑ (Y – Ŷ)²</strong></p>
<ul>
<li>Jumlah variasi nilai Y yang terletak disekitar rata-ratanya</li>
</ul>
<p>Rumus   <strong>∑ (Y – Y)<sup>2</sup></strong></p>
<p>Koefisien determinasi sample r<sup>2</sup> adalah 1 dikurangi dengan perbandingan antara dua variasi di atas.</p>
<p>Rumus :<strong> r<sup>2</sup> = 1 -  <span style="text-decoration:underline;">∑ (Y – Ŷ)²</span></strong></p>
<p><strong> ∑ (Y – Y)<sup>2</sup></strong></p>
<p><strong><em>Nilai r² mempunyai dua nilai ekstrem, yaitu</em></strong></p>
<ol>
<li>Bila hasil pengamatan menunjukkan bahwa perubahan yang tetap dari variable independent X diikuti oleh  perubahan yang tetap dari variable dependen X maka titik-titik koordinat yang dihasilkan tepat pada garis regresi disebut korelasi sempurna. Karena garis regresi tepat melalui perpotongan antara sumbu X dan sumbu Y maka a = 0.karena garis regresi sempurna berarti tidak ada penyimpangan dari titik-titik koordinat terhadap garis regresi. Ini berarti pula bahwa jumlah variasi terhadap garis regresi sama dengan 0.</li>
<li>Bila perubahan nilai variable independent X diikuti oleh perubahan nilai variabel dependen Y pada jarak yang tepat atau nilai variabel dependennya tidak berubah hingga menghasilkan garis regresi yang horizontal sejajar dengan sumbu X, berarti b = 0 dan Y = a. bila nilai r² = 0 berarti antara variabel independent X dan variabel dependen Y tidak mempunyai korelasi linier. Dalam kenyataan, nilai r² terletakantara 0 dan 1. Bila r²  mendekati 1 maka korelasi makin kuat, sebaliknya bila r²  mendekati 0 maka korelasi makin lemah.</li>
</ol>
<p>Rumus:</p>
<p><strong>r² = <span style="text-decoration:underline;">a ∑Y +b∑XY – nY<sup>2</sup></span> </strong></p>
<p><strong> ∑<span style="text-decoration:underline;"> </span>Y<sup>2 &#8211; </sup>nY<sup>2</sup></strong></p>
<p><strong>Koefisien korelasi : r</strong></p>
<p>Koefisien korelasi merupakan akar dari koefisien determinasi.</p>
<p>Rumus    <strong>r = √r<sup>2</sup></strong></p>
<p>Bila nilai b positif maka r merupakan akar bilangan positif dan bila nilai b negative maka r merupakan akar bilangan negative. Jadi, r menyatakan arah korelasi antara dua variabel X dan Y. Bila dua variabel mempunyai korelasi positif maka r terletak antara 0 dan 1. Pada diagram pencar terlihat garis korelasi bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Sebaliknya, bila korelasi negative maka nilai r terletak antara 0 dan -1 dan pada diagram pencar terlihat garis korelasi bergerak dari kiri atas ke kanan bawah.</p>
<p>Koefisien korelasi, r tidak dapat diinterpretasi secara langsung, tetapi harus di kuadratkan dahulu dan interpretasinya sama dengan koefisien determinasi.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Korelasi biserial</strong></p>
<p>Ini merupakan korelasi antara variabel kontinu dengan variabel bersifat dikotom.derajat asosiasi yang digunakan disebut <em>Koefisien korelasi biserial</em>.untuk dapat menghitung koefisien asosiasi biseral dibutuhkan beberapa asumsi :</p>
<ul>
<li>variabel kontinu berdistribusi normal (y)</li>
<li>variabel kontinu berdistribusi normal (x)</li>
<li>regresi variabel (y) atas (x) berbentuk linier</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>r<sub>b = </sub><span style="text-decoration:underline;">(y<sub>1</sub>- y<sub>2</sub>)pq</span></strong></p>
<p><strong> us<sub>y</sub></strong></p>
<p><strong>Contoh Soal</strong></p>
<p>Suatu survey ingin mengetahui hubungan antara usia dengan lama hari rawat di RS X tahun x,survey dengan mengambil sample 5 pasien dan hasilnya sebagai berikut</p>
<p>- Umur                         : 20 30 25 35 40 (tahun)</p>
<p>- lama di rawat : 5 6 5 7 8 (hari)</p>
<p>Hitung korelasinya dan interpretasikan</p>
<p>Jawabannya:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="106" valign="top">Pasien</td>
<td width="106" valign="top">Usia =  x</td>
<td width="106" valign="top">Lama hari   rawat = y</td>
<td width="106" valign="top">X.Y</td>
<td width="106" valign="top">X2</td>
<td width="106" valign="top">Y2</td>
</tr>
<tr>
<td width="106" valign="top">1</p>
<p>2</p>
<p>3</p>
<p>4</p>
<p>5</td>
<td width="106" valign="top">20</p>
<p>30</p>
<p>25</p>
<p>35</p>
<p>40</td>
<td width="106" valign="top">5</p>
<p>6</p>
<p>5</p>
<p>7</p>
<p>8</td>
<td width="106" valign="top">100</p>
<p>180</p>
<p>125</p>
<p>245</p>
<p>320</td>
<td width="106" valign="top">400</p>
<p>900</p>
<p>625</p>
<p>1225</p>
<p>1600</td>
<td width="106" valign="top">25</p>
<p>36</p>
<p>25</p>
<p>49</p>
<p>64</td>
</tr>
<tr>
<td width="106" valign="top">Total</td>
<td width="106" valign="top">150</td>
<td width="106" valign="top">31</td>
<td width="106" valign="top">970</td>
<td width="106" valign="top">4750</td>
<td width="106" valign="top">199</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>r = {5*970-(150)(31)}/ v {5*4750-(150))2}{5*199-(31))2} = 0,97</p>
<p>interpretasi:hubungan umur dengan lama hari rawat menunjukkan hunungan yang sangat kuat (r = 0,97) dan berpola linier positif yang artinya,semakin tinggi usia pasien,semakin lama hari rawatnya.</p>
<p><strong>B. Regresi</strong></p>
<p>Analisis regresi berguna untuk mendapatkan hubungan fungsional antara dua variabel atau lebih atau mendapatkan pengaruh antara variable predictor terhadap variable kriteriumnnya atau meramalkan pengaruh variable predictor terhadap variable kriteriumnya.</p>
<p>Persamaan analisis regresi ialah <strong>Ŷ= a + bX</strong></p>
<p>Keterangan</p>
<p><strong>Ŷ= </strong>Variabel kriterium</p>
<p><strong>X = </strong>Variabel Prediktor<strong> </strong></p>
<p>a = Bilangan Konstan</p>
<p>b = Koefisien arah regresi linear</p>
<p>koefisien arah regresi linear dinyatakan dengan huruf b yang juga menyatakan perubahan rata-rata variable y untuk setiap variable x sebesar satu bagian. Maksudnya ialah bila harga b positif, maka variable y akan mengalami kenaikan atau penambahan. Sebaliknya bila b negative, maka varibel y akan mengalami penurunan.</p>
<p><strong><em>Contoh soal</em></strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="96" valign="top"><strong>X</strong></td>
<td width="96" valign="top"><strong>y</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="96" valign="top"><strong>2</strong></td>
<td width="96" valign="top"><strong>3</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="96" valign="top"><strong>3</strong></td>
<td width="96" valign="top"><strong>1</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="96" valign="top"><strong>2</strong></td>
<td width="96" valign="top"><strong>2</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="96" valign="top"><strong>3</strong></td>
<td width="96" valign="top"><strong>2</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="96" valign="top"><strong>3</strong></td>
<td width="96" valign="top"><strong>1</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="96" valign="top"><strong>1</strong></td>
<td width="96" valign="top"><strong>1</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><em>Jawab :</em></strong></p>
<p><strong>H<sub>a</sub> : </strong>terdapat hubungan funfsional linear dan signifikan antara variable x dan y</p>
<p>H<sub>o</sub> : tidak terdapat hubungan fungsional yang linear dan signifikan antara variable x dengan y</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Hipotesis statistik</strong></p>
<p>H<sub>a </sub>: r ≠ 0</p>
<p>H<sub>o</sub> : r = 0</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="55" valign="top">no</td>
<td width="96" valign="top">x<sub>i</sub></td>
<td width="108" valign="top">y<sub>i</sub></td>
<td width="108" valign="top">x<sub>i</sub>y<sub>i</sub></td>
<td width="96" valign="top">X<sup>2</sup><sub>i</sub></td>
<td width="120" valign="top">Y<sup>2</sup><sub>i</sub></td>
</tr>
<tr>
<td width="55" valign="top">1</p>
<p>2</p>
<p>3</p>
<p>4</p>
<p>5</p>
<p>6</td>
<td width="96" valign="top">2</p>
<p>3</p>
<p>2</p>
<p>3</p>
<p>3</p>
<p>1</td>
<td width="108" valign="top">3</p>
<p>1</p>
<p>2</p>
<p>2</p>
<p>1</p>
<p>1</td>
<td width="108" valign="top">6</p>
<p>3</p>
<p>4</p>
<p>6</p>
<p>3</p>
<p>1</td>
<td width="96" valign="top">4</p>
<p>9</p>
<p>4</p>
<p>9</p>
<p>9</p>
<p>1</td>
<td width="120" valign="top">9</p>
<p>1</p>
<p>4</p>
<p>4</p>
<p>1</p>
<p>1</td>
</tr>
<tr>
<td width="55" valign="top">n=6</td>
<td width="96" valign="top">Sx<sub>i</sub>=   14</td>
<td width="108" valign="top">Sy<sub>i</sub> = 10</td>
<td width="108" valign="top">S x<sub>i</sub>y<sub>i</sub>=   23</td>
<td width="96" valign="top">S X<sup>2</sup><sub>i</sub>=36</td>
<td width="120" valign="top">S Y<sup>2</sup><sub>i</sub>=20</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>a = <span style="text-decoration:underline;">(</span><span style="text-decoration:underline;">Sy<sub>i</sub>)( </span><span style="text-decoration:underline;">S X<sup>2</sup><sub>i</sub>) – (</span><span style="text-decoration:underline;">Sx<sub>i</sub>)( </span><span style="text-decoration:underline;">S x<sub>i</sub>y<sub>i</sub>)</span></p>
<p>nS X<sup>2</sup><sub>i </sub>– (Sx<sub>i</sub>)<sup>2</sup></p>
<p>a = <span style="text-decoration:underline;">10&#215;36 – 14&#215;23</span></p>
<p>6&#215;38 &#8211; 14<sup>2</sup></p>
<p>= 1,90</p>
<p>b= <span style="text-decoration:underline;">n </span><span style="text-decoration:underline;">S x<sub>i</sub>y<sub>i </sub>– (</span><span style="text-decoration:underline;">Sx<sub>i</sub>)( </span><span style="text-decoration:underline;">Sy<sub>i</sub>)</span></p>
<p>nS X<sup>2</sup><sub>i </sub>– (Sx<sub>i</sub>)<sup>2</sup></p>
<p>= <span style="text-decoration:underline;">6&#215;23 – 14&#215;10</span></p>
<p>6&#215;38 – 14<sup>2</sup></p>
<p>= -0,10</p>
<p>Kemudian jika b sudah di hitung lebih dahulu,maka a dapat dihitung dengan rumus:</p>
<p>a = Y &#8211; bX</p>
<p>a = 1,67 – (-0,10)2,33 = 1,90</p>
<p>Kemudian masukkan nilai a dan b kedalam persamaan regresi:</p>
<p>Y = a + bX</p>
<p>Sehingga persamaan regresinya menjadi :</p>
<p>Y = 1,90 – 0,10X</p>
<p>Kesimpulan :</p>
<p>Hipotesis nol yang berbunyi “tidak terdapat hubungan yang positif,significant,dan linier antara variable X dengan variabel Y”,diterima. Sebaliknya,hipotesis alternatif yang berbunyi “terdapat hubungan yang positif,significant,dan linier antara variabel X dengan variabel Y”,ditolak.</p>
<p>Daftar Pustaka</p>
<p><sub> </sub></p>
<p>Budiarto, eko. <em>Biostatistika Untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat</em>. Jakarta: EGC,2001</p>
<p>Sabri,luknis,dan susanto priyo hastono. <em>Statistik <a href="mailto:kesehatan.edisi@.1-1.jakarta:pt.raja">Kesehatan.edisi.1-1.jakarta:pt.raja</a></em> grafindo              persada,2006.</p>
<p>Sudjana. <em>Metode Statistik</em>.bandung:tarsito,2005.</p>
<p>Riduwan. <em>Dasar-dasar Statistic</em>.bandung:alfabeta,2003.</p>
<p>Usman, husaini dan purnomo setiady akbar. <em>Pengantar Statistic</em>.,Jakarta:bumi aksara.1995.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mariamhartini.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mariamhartini.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mariamhartini.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mariamhartini.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mariamhartini.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mariamhartini.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mariamhartini.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mariamhartini.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mariamhartini.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mariamhartini.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mariamhartini.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mariamhartini.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mariamhartini.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mariamhartini.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=76&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariamhartini.wordpress.com/2010/03/01/statistik-inference-statistik-kesehatan-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d20ce5092ac771b9a3e76e3a9405d8f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mariamhartini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Asma Akibat Kerja</title>
		<link>http://mariamhartini.wordpress.com/2010/03/01/penyakit-asma-akibat-kerja/</link>
		<comments>http://mariamhartini.wordpress.com/2010/03/01/penyakit-asma-akibat-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 11:26:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mariamhartini</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariamhartini.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN 1.1  Latar Belakang Alergi atau hipersensitivitas tipe I adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia berkasi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=73&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAB I</p>
<p>PENDAHULUAN</p>
<p>1.1  Latar Belakang</p>
<p><strong>Alergi</strong> atau <strong>hipersensitivitas tipe I</strong> adalah kegagalan kekebalan <a title="Tubuh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tubuh">tubuh</a> di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia berkasi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut <a title="Alergen (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alergen&amp;action=edit&amp;redlink=1">alergen</a>.</p>
<p>Alergi dapat merupakan gangguan hipersensitivitas local atau sistemik. Kulit dan saluran napas adalah organ yang paling sering terpajan alergen dan terlibat dalam penyakit alergi. Reaksi alergi dapat juga terjadi di jaringan vaskular, traktus gastrointestinal, atau organ lain. Anafilaksis merupakan bentuk reaksi alergi sistemik yang paling berbahaya. Reaksi alergi yang kompleks dapat digambarkan sebagai berikut: reaksi diawali dengan pajanan terhadap alergen yang ditangkap oleh <em>Antigen Presenting Cell </em>(APC), dipecah menjadi peptida-peptida kecil, diikat molekul HLA (MHC II<em>),</em> bergerak ke permukaan sel dan dipresentasikan ke sel Th-2. Sel Th-2 diaktifkan dan memproduksi sitokin-sitokin antara lain IL-4 dan IL-13 yang memacu <em>switching </em>produksi IgG ke IgE oleh sel B, terjadi sensitisasi sel <em>mast </em>dan basofil, sedangkan IL-5 mengaktifkan eosinofil yang merupakan sel inflamasi utama dalam reaksi alergi. Selain itu sel residen juga melepas mediator dan sitokin yang juga menimbulkan gejala alergi.</p>
<p>1.2  Rumusan Masalah</p>
<ol>
<li>Apa yang dimaksud dengan Penyakit Akibat Kerja      (PAK)?</li>
<li>Apa yang dimaksud dengan Asma Akibat Kerja?</li>
<li>Apa yang dimaksud dengan Klasifikasi Asma?</li>
<li>Apa yang dimaksud dengan Reactive Airways      Dysfunction Syndrome (RADS)?</li>
<li>Apa yang dimaksud dengan Penatalaksanaan Asma      Akibat Kerja?</li>
<li>Cara mendiagnosa Asma Akibat Kerja?</li>
</ol>
<p>1.3  Tujuan Penulisan</p>
<ol>
<li>Untuk mengetahui penyebab Penyakit Akibat Kerja (PAK).</li>
<li>Untuk mengetahui yang dimaksud dengan Asma Akibat Kerja.</li>
<li>Mengetahui beberapa klasifikasi Asma.</li>
<li>Untuk mengetahui yang dimaksud dengan Reactive Airways Dysfunction Syndrome (RADS).</li>
<li>Mengetahui Penatalaksanaan Asma Akibat Kerja.</li>
<li>Untuk mengetahui cara mendiagnosa Asma Akibat Kerja.</li>
</ol>
<p>1.4  Metode Penulisan</p>
<p>Metode penulisan yang penulis gunakan adalah dengan mencari artikel-artikel yang relevan melalui studi kepustakaan yang berasal dari beberapa buku yang telah disarankan oleh Dosen sekaligus pembimbing.</p>
<p>Diskusi kelompok merupakan metode yang penulis gunakan untuk menyamakan pendapat serta berbagi pemahaman atas topik persoalan yang ada</p>
<p><strong>BAB II</strong></p>
<p><strong>PEMBAHASAN</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> 2.1 Penyakit Akibat Kerja</strong></p>
<p>Kemajuan dalam bidang industri sampai sekarang telah menghasilkan sekitar 70.000 jenis bahan berupa logam, kimia, pelarut, plastik, karet, pestisida, gas, dan sebagainya yang digunakan secara umum dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan kenyaman dan kemudahan bagi penduduk di seluruh dunia. Namun di lain pihak, bahan-bahan tersebut menimbulkan berbagai dampak seperti cedera dan penyakit. Cedera akibat kerja dapat bersifat ergonomik, ortopedik, fisik, mengenai mata, telinga dan lainnya. Penyakit penyakit akibat pajanan di lingkungan kerja dapat berupa toksik, infeksi, kanker, gangguan hati, saraf, alat reproduksi, kardiovaskular, kulit dan saluran napas.</p>
<p>Biological dan chemical terrorism yang mulai banyak dikhawatirkan ditujukan untuk menimbulkan kematian atau penyakit pada manusia, hewan dan tanaman dengan menggunakan bahan seperti anthrax, cacar, virus ensefalitis yang dikeringkan</p>
<p>dan dijadikan bubuk sehingga mudah disebarkan.</p>
<p>Penyakit pertama yang diduga merupakan Penyakit Akibat Kerja (PAK) adalah silikosis yang sudah terjadi pada masa manusia membuat peralatan dari batu api. Pengetahuan mengenai PAK masih terbatas karena sulitnya melakukan studi epidemiologi; hal ini disebabkan berbagai hal seperti definisi PAK yang belum jelas, praktek hygiene industri dan cara-cara laporan yang berbeda, tidak ada studi kontrol, tidak mungkin menentukan gejala minimal, banyak karyawan tidak melapor dan sudah meninggalkan tempat kerja sewaktu penelitian dilakukan sehingga hanya ditemukan survivor population. Hal tersebut terlihat dari sedikitnya laporan PAK di Indonesia. PAK tersering adalah yang mengenai saluran napas yaitu asma dan rinitis. PAK imunologik lain yaitu pneumonitis hipersensitif yang mengenai paru dan PAK yang mengenai kulit.</p>
<p><strong>2.2 Asma Akibat Kerja</strong></p>
<p>Asma akibat kerja adalah asma karena paparan zat di tempat kerja. Secara klinis asma akibat kerja sama dengan asma yang bukan karena kerja. Beberapa penelitian menemukan bahwa lamanya paparan setelah gejala timbul dan beratnya asma saat diagnosa ditegakkan sangat menentukan prognosis.</p>
<p>Asma Akibat Kerja (AAK) ditandai dengan obstruksi saluran napas yang variabel dan bronkus hiperesponsif yang disebabkan oleh inflamasi bronkial akut dan kronis. Hal tersebut bermula dari inhalasi debu, uap, gas yang diproduksi atau digunakan karyawan atau secara tidak sengaja ditemukan dalam lingkungan kerja. Ciri dari semua asma kronis adalah iritabilitas berlebihan terhadap berbagai rangsangan/factor dalam lingkungan kerja Asma yang timbul dalam lingkungan kerja dibedakan dalam dua kategori. Pertama adalah asma yang disebabkan bahan/faktor dalam lingkungan kerja dan kedua asma yang sudah ada sebelum bekerja dan dipicu (eksaserbasi) oleh bahan/ faktor dalam lingkungan kerja.5 Pada karyawan yang sudah menderita asma sebelum bekerja, 15% akan memburuk akibat pajanan terhadap bahan/ faktor dalam lingkungan kerja.</p>
<p>Asma akibat kerja yang menjadi permanen, menyebabkan penderita memiliki disabilitas, harus pindah bekerja di bidang lain, bertambahnya biaya pengobatan, dan turunnya kualitas hidup. Karenanya, perusahaan tempat ia berkerja dan mendapat asma seharusnya memberikan kompensasi. Ironisnya banyak perusahaan malah memecat pekerja tersebut. Untuk itu, perlu undang-undang yang mengatur kompensasi bagi penderita penyakit alergi akibat kerja.</p>
<p>Secara skematis mekanisme terjadinya asma digambarkan sebagai berikut:</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Secara umum faktor risiko asma dibedakan menjadi 2 kelompok faktor genetik dan  faktor lingkungan.</p>
<ol>
<li> 1.      Faktor genetik
<ol>
<li>Hipereaktivitas</li>
<li>Atopi/alergi bronkus</li>
<li>Faktor yang memodifikasi penyakit genetik</li>
<li>Jenis kelamin</li>
<li>Ras/etnik</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol>
<li> 2.      Faktor lingkungan
<ol>
<li>Alergen di dalam ruangan  (tungau, debu rumah, kucing, alternaria/jamur dll)</li>
<li>Alergen diluar ruangan (alternaria, tepung sari)</li>
<li>Makanan (bahan penyedap, pengawet, pewarna makanan, kacang, makanan laut, susu sapi, telur)</li>
<li>Obat-obatan tertentu (misalnya golongan aspirin, NSAID, β bloker dll)</li>
<li>Bahan yang mengiritasi (misalnya parfum, <em>household spray</em>, dan lain-lain)</li>
<li>Ekpresi emosi berlebih</li>
<li>Asap rokok dari perokok aktif dan pasif</li>
<li>Polusi udara di luar dan di dalam ruangan</li>
<li><em>Exercise induced asthma</em>, mereka yang kambuh asmanya ketika melakukan aktifitas tertentu</li>
<li>Perubahan cuaca</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><strong> 2.3 Klasifikasi Asma</strong></p>
<p>Berat-ringannya asma ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain gambaran klinik sebelum pengobatan (gejala, eksaserbasi, gejala malam hari, pemberian obat inhalasi β-2 agonis dan uji faal paru) serta obat-obat yang digunakan untuk mengontrol asma (jenis obat, kombinasi obat dan frekuensi pemakaian obat). Tidak ada suatu pemeriksaan tunggal yang dapat menentukan berat-ringannya suatu penyakit. Dengan adanya pemeriksaan klinis termasuk uji faal paru dapat menentukan klasifikasi menurut berat-ringannya asma yang sangat penting dalam penatalaksanaannya.</p>
<p>Asma diklasifikasikan atas asma saat tanpa serangan dan asma saat serangan (akut).</p>
<p><strong> 1.  Asma saat tanpa serangan </strong></p>
<p>Pada orang dewasa, asma saat tanpa atau diluar serangan, terdiri dari: 1) Intermitten; 2)Persisten ringan; 3) Persisten sedang; dan 4) Persisten berat (Tabel 1)</p>
<p>Tabel 1. Klasifikasi derajat asma berdasarkan gambaran klinis secara umum pada orang dewasa</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="150" valign="top">Derajat asma</td>
<td width="176" valign="top">Gejala</td>
<td width="118" valign="top">Gejala malam</td>
<td width="187" valign="top">Faal paru</td>
</tr>
<tr>
<td width="150" valign="top">Intermitten</td>
<td width="176" valign="top">Bulanan</td>
<td width="118" valign="top"></td>
<td width="187" valign="top">APE≥80%</td>
</tr>
<tr>
<td width="150" valign="top"></td>
<td width="176" valign="top">-       Gejala&lt;1x/minggu.</p>
<p>-       Tanpa gejala diluar serangan.</p>
<p>-       Serangan singkat.</td>
<td width="118" valign="top">≤ 2 kali sebulan</td>
<td width="187" valign="top">-    VEP<sub>1</sub>≥80% nilai prediksi   APE≥80%</p>
<p>nilai terbaik.</p>
<p>-    Variabiliti APE&lt;20%.</td>
</tr>
<tr>
<td width="150" valign="top">Persisten ringan</td>
<td width="176" valign="top">Mingguan</td>
<td width="118" valign="top"></td>
<td width="187" valign="top">APE&gt;80%</td>
</tr>
<tr>
<td width="150" valign="top"></td>
<td width="176" valign="top">-         Gejala&gt;1x/minggu tetapi&lt;1x/hari.</p>
<p>-         Serangan dapat mengganggu aktifiti dan   tidur</td>
<td width="118" valign="top">&gt;2 kali sebulan</td>
<td width="187" valign="top">- VEP<sub>1</sub>≥80%   nilai prediksi APE≥80% nilai terbaik.</p>
<p>- Variabiliti APE 20-30%.</td>
</tr>
<tr>
<td width="150" valign="top">Persisten sedang</td>
<td width="176" valign="top">Harian</td>
<td width="118" valign="top"></td>
<td width="187" valign="top">APE 60-80%</td>
</tr>
<tr>
<td width="150" valign="top"></td>
<td width="176" valign="top">-       Gejala setiap hari.</p>
<p>-         Serangan mengganggu aktifiti dan   tidur.</p>
<p>-       Membutuhkan bronkodilator setiap   hari.</td>
<td width="118" valign="top">&gt;2 kali sebulan</td>
<td width="187" valign="top">-      VEP<sub>1</sub> 60-80% nilai prediksi   APE 60-80% nilai terbaik.</p>
<p>-    Variabiliti APE&gt;30%.</td>
</tr>
<tr>
<td width="150" valign="top">Persisten berat</td>
<td width="176" valign="top">Kontinyu</td>
<td width="118" valign="top"></td>
<td width="187" valign="top">APE 60≤%</td>
</tr>
<tr>
<td width="150" valign="top"></td>
<td width="176" valign="top">-      Gejala terus menerus</p>
<p>-      Sering kambuh</p>
<p>-      Aktifiti fisik terbatas</td>
<td width="118" valign="top">Sering</td>
<td width="187" valign="top">- VEP<sub>1</sub>≤60% nilai prediksi</p>
<p>APE≤60% nilai    terbaik</p>
<p>- Variabiliti APE&gt;30%</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sumber :  Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Asma Pedoman &amp; Penatalaksanaan di Indonesia, 2004</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2.  Asma saat serangan</strong></p>
<p>Klasifikasi derajat asma berdasarkan frekuensi serangan dan obat yang digunakan sehari-hari, asma juga dapat dinilai berdasarkan  berat-ringannya serangan. <em>Global Initiative for Asthma</em> (GINA) membuat pembagian derajat serangan asma berdasarkan gejala dan tanda klinis, uji fungsi paru, dan pemeriksaan laboratorium. Derajat serangan  menentukan terapi yang akan diterapkan. Klasifikasi tersebut meliputi asma serangan ringan, asma serangan sedang  dan asma serangan berat.</p>
<p>Perlu dibedakan antara asma (aspek kronik) dengan serangan asma (aspek akut).  Sebagai contoh: seorang pasien asma persisten berat<strong> </strong>dapat mengalami serangan ringan saja, tetapi ada kemungkinan pada pasien yang tergolong episodik jarang mengalami serangan asma berat, bahkan serangan ancaman henti napas yang dapat menyebabkan kematian.</p>
<p>Dalam melakukan penilaian berat-ringannya serangan asma, tidak harus lengkap untuk setiap pasien. Penggolongannya harus diartikan sebagai prediksi dalam menangani pasien asma yang datang ke fasilitas kesehatan dengan keterbatasan yang ada. Penilaian tingkat serangan yang lebih tinggi harus diberikan jika pasien memberikan respon yang kurang terhadap terapi awal, atau serangan memburuk dengan cepat, atau pasien berisiko tinggi (lihat bagan 1, bagan 2 dan bagan 6).</p>
<p>Tabel 2.  Klasifikasi asma menurut derajat serangan</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="181" valign="top">Parameter klinis,   fungsi faal paru, laboratorium</td>
<td width="112" valign="top">Ringan</td>
<td width="113" valign="top">Sedang</td>
<td width="112" valign="top">Berat</td>
<td width="113" valign="top">Ancaman henti    napas</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="181" valign="top">Sesak (breathless)</td>
<td width="112" valign="top">Berjalan</td>
<td width="113" valign="top">Berbicara</td>
<td width="112" valign="top">Istirahat</td>
<td width="113" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="112" valign="top">Bayi :</p>
<p>Menangis keras</td>
<td width="113" valign="top">Bayi :</p>
<p>-Tangis pendek dan lemah</p>
<p>-Kesulitan menetek/makan</td>
<td width="112" valign="top">Bayi :</p>
<p>Tidakmau makan/minum</td>
<td width="113" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="top">Posisi</td>
<td width="112" valign="top">Bisa berbaring</td>
<td width="113" valign="top">Lebih suka duduk</td>
<td width="112" valign="top">Duduk bertopang lengan</td>
<td width="113" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="top">Bicara</td>
<td width="112" valign="top">Kalimat</td>
<td width="113" valign="top">Penggal kalimat</td>
<td width="112" valign="top">Kata-kata</td>
<td width="113" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="top">Kesadaran</td>
<td width="112" valign="top">Mungkin iritabel</td>
<td width="113" valign="top">Biasanya iritabel</td>
<td width="112" valign="top">Biasanya iritabel</td>
<td width="113" valign="top">Kebingungan</td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="top">Sianosis</td>
<td width="112" valign="top">Tidak ada</td>
<td width="113" valign="top">Tidak ada</td>
<td width="112" valign="top">Ada</td>
<td width="113" valign="top">Nyata</td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="top">Wheezing</td>
<td width="112" valign="top">Sedang, sering   hanya pada akhir ekspirasi</td>
<td width="113" valign="top">Nyaring, sepanjang ekspirasi ± inspirasi</td>
<td width="112" valign="top">Sangat nyaring,   terdengar tanpa stetoskop</td>
<td width="113" valign="top">Sulit/tidak terdengar</td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="top">Penggunaan otot bantu respiratorik</td>
<td width="112" valign="top">Biasanya tidak</td>
<td width="113" valign="top">Biasanya ya</td>
<td width="112" valign="top">Ya</td>
<td width="113" valign="top">Gerakan paradok torako-abdominal</td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="top">Retraksi</td>
<td width="112" valign="top">Dangkal, retraksi interkostal</td>
<td width="113" valign="top">Sedang, ditambah retraksi suprasternal</td>
<td width="112" valign="top">Dalam, ditambah   napas cuping hidung</td>
<td width="113" valign="top">Dangkal / hilang</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="181" valign="top">Frekuensi napas</td>
<td width="112" valign="top">Takipnu</td>
<td width="113" valign="top">Takipnu</td>
<td width="112" valign="top">Takipnu</td>
<td width="113" valign="top">Bradipnu</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4" width="450" valign="top">Pedoman nilai   baku frekuensi napas pada anak sadar :</p>
<p>Usia                                                      Frekuensi napas normal per menit</p>
<p>&lt;   2 bulan                                                        &lt;60</p>
<p>2-12   bulan                                                     &lt; 50</p>
<p>1-5 tahun                                                       &lt; 40</p>
<p>6-8 tahun                                                       &lt; 30</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="181" valign="top">Frekuensi nadi</td>
<td width="112" valign="top">Normal</td>
<td width="113" valign="top">Takikardi</td>
<td width="112" valign="top">Takikardi</td>
<td width="113" valign="top">Dradikardi</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4" width="450" valign="top">Pedoman nilai baku frekuensi nadi   pada anak</p>
<p>Usia                                                      Frekuensi nadi normal per menit</p>
<p>2-12   bulan                                                     &lt; 160</p>
<p>1-2  tahun                                                      &lt; 120</p>
<p>6-8 tahun                                                     &lt; 110</td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="top">Pulsus paradoksus</p>
<p>(pemeriksaannya   tidak praktis)</td>
<td width="112" valign="top">Tidak ada</p>
<p>(&lt; 10 mmHg)</td>
<td width="113" valign="top">Ada</p>
<p>(10-20 mmHg)</td>
<td width="112" valign="top">Ada</p>
<p>(&gt;20mmHg)</td>
<td width="113" valign="top">Tidak ada, tanda kelelahan otot respiratorik</td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="top">PEFR atau FEV1</p>
<p>(%nilai dugaan/%nilai terbaik)</p>
<p>Pra bonkodilator</p>
<p>Pasca bronkodilator</td>
<td width="112" valign="top">&gt;60%</p>
<p>&gt;80%</td>
<td width="113" valign="top">40-60%</p>
<p>60-80%</td>
<td width="112" valign="top">&lt;40%</p>
<p>&lt;60%, respon&lt;2 jam</td>
<td width="113" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="top">SaO2 %</td>
<td width="112" valign="top">&gt;95%</td>
<td width="113" valign="top">91-95%</td>
<td width="112" valign="top">≤ 90%</td>
<td width="113" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="top">PaO2</td>
<td width="112" valign="top">Normal (biasanya   tidak perlu diperiksa)</td>
<td width="113" valign="top">&gt;60 mmHg</td>
<td width="112" valign="top">&lt;60 mmHg</td>
<td width="113" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="181" valign="top">PaCO2</td>
<td width="112" valign="top">&lt;45 mmHg</td>
<td width="113" valign="top">&lt;45 mmHg</td>
<td width="112" valign="top">&gt;45 mmHg</td>
<td width="113" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sumber : GINA, 2006</p>
<p>Tabel 3. Jenis Obat Asma</p>
<p><strong> </strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="120" valign="top">Jenis obat</td>
<td width="162" valign="top">Golongan</td>
<td width="179" valign="top">Nama generik</td>
<td width="176" valign="top">Bentuk/kemasan obat</td>
</tr>
<tr>
<td width="120" valign="top">Pengontrol</p>
<p>(Antiinflamasi)</p>
<p>Pelega</p>
<p>(Bronkodilator)</td>
<td width="162" valign="top">Steroid inhalasi</p>
<p>Antileukokotrin</p>
<p>Kortikosteroid sistemik</p>
<p>Agonis beta-2</p>
<p>kerjalama</p>
<p>kombinasi steroid dan</p>
<p>Agonis beta-2</p>
<p>kerjalama</p>
<p>Agonis beta-2 kerja cepat</p>
<p>Antikolinergik</p>
<p>Metilsantin</p>
<p>Kortikosteroid sistemik</td>
<td width="179" valign="top">Flutikason propionat</p>
<p>Budesonide</p>
<p>Zafirlukast</p>
<p>Metilprednisolon</p>
<p>Prednison</p>
<p>Prokaterol</p>
<p>Formoterol</p>
<p>Salmeterol</p>
<p>Flutikason + Salmeterol.</p>
<p>Budesonide + formoterol</p>
<p>Salbutamol</p>
<p>Terbutalin</p>
<p>Prokaterol</p>
<p>Fenoterol</p>
<p>Ipratropium bromide</p>
<p>Teofilin</p>
<p>Aminofilin</p>
<p>Teofilin lepas lambat</p>
<p>Metilprednisolon</p>
<p>Prednison</td>
<td width="176" valign="top">IDT</p>
<p>IDT, turbuhaler</p>
<p>Oral(tablet)</p>
<p>Oral(injeksi)</p>
<p>Oral</p>
<p>Oral</p>
<p>Turbuhaler</p>
<p>IDT</p>
<p>IDT</p>
<p>Turbuhaler</p>
<p>Oral, IDT, rotacap solution</p>
<p>Oral, IDT, turbuhaler, solution, ampul   (injeksi)</p>
<p>IDT</p>
<p>IDT, solution</p>
<p>IDT, solution</p>
<p>Oral</p>
<p>Oral, injeksi</p>
<p>Oral</p>
<p>Oral, inhaler</p>
<p>Oral</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ul>
<li>IDT      :  Inhalasi dosis terukur = Metered dose inhaler/MDI, dapat digunakan bersama dengan spacer</li>
<li>Solution:  Larutan untuk penggunaan nebulisasi dengan nebuliser</li>
<li>Oral     :  Dapat berbentuk sirup, tablet</li>
<li>Injeksi :  Dapat untuk penggunaan subkutan, im dan iv</li>
</ul>
<p>Berikut adalah ciri-ciri asma terkontrol, terkontrol sebagian, dan tidak terkontrol (tabel 5).</p>
<p>Tabel 4. Ciri-ciri Tingkatan Asma</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="4" width="631" valign="top"><strong>Tingkatan Asma Terkontrol</strong></p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="160" valign="top"><strong>Karakteristik</strong></td>
<td width="148" valign="top"><strong>Terkontrol</strong></td>
<td width="132" valign="top"><strong>Terkonrol</strong></p>
<p><strong> Sebagian</strong></td>
<td width="192" valign="top"><strong>Tidak </strong></p>
<p><strong>Terkonrol</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="160" valign="top">Gejala harian</td>
<td width="148" valign="top">Tidak ada (dua kali atau kurang perminggu)</td>
<td width="132" valign="top">Lebih dari dua kali seminggu</td>
<td rowspan="5" width="192" valign="top">Tiga atau lebih gejala dalam kategori Asma Terkontrol Sebagian, muncul   sewaktu – waktu dalam seminggu</td>
</tr>
<tr>
<td width="160" valign="top">Pembatasan aktivitas</td>
<td width="148" valign="top">Tidak ada</td>
<td width="132" valign="top">Sewaktu-waktu dalam seminggu</td>
</tr>
<tr>
<td width="160" valign="top">Gejala nokturnal/gangguan tidur (terbangun)</td>
<td width="148" valign="top">Tidak ada</td>
<td width="132" valign="top">Sewaktu – waktu dalam seminggu</td>
</tr>
<tr>
<td width="160" valign="top">Kebutuhan akan <em>reliever</em> atau terapi <em>rescue</em></td>
<td width="148" valign="top">Tidak ada (dua kali atau kurang dalam seminggu)</td>
<td width="132" valign="top">Lebih dari dua kali seminggu</td>
</tr>
<tr>
<td width="160" valign="top">Fingsi Paru (PEF atau</p>
<p>FEV1<sup>*)</sup></td>
<td width="148" valign="top">Normal</td>
<td width="132" valign="top">&lt; 80% (perkiraan atau dari kondisi terbaik bila diukur)</td>
</tr>
<tr>
<td width="160" valign="top">Eksaserbasi</td>
<td width="148" valign="top">Tidak ada</td>
<td width="132" valign="top">Sekali atau lebih dalm setahun<sup>**)</sup></td>
<td width="192" valign="top">Sekali dalam   seminggu<sup>***)</sup></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Keterangan :</p>
<p><sup>*)</sup> Fungsi paru  tidak berlaku untuk anak-anak di usia 5 tahun atau di bawah 5 tahun</p>
<p><sup>**)</sup> Untuk semua bentuk eksaserbasi sebaiknya dilihat kembali terapinya apkah benar-benar</p>
<p>adekwat</p>
<p><sup>***)</sup> Suatu eksaserbasi mingguan, membuatnya menjadi asma takterkontrol</p>
<p><strong><em>Sumber : GINA 2006</em></strong></p>
<p><strong> 2.4 <em>Reactive Airways Dysfunction Syndrome</em></strong></p>
<p><em>Reactive Airways Dysfunction Syndrome</em> (RADS) atau irritant induced asthma adalah reaksi non-imunologik serupa asma yang terjadi setelah satu kali pajanan terhadap kadar iritan (Toluen Diisosianat/TDI, klorin, fosgen) yang tinggi. Hipereaktivitas bronkus dapat menetap sedikitnya satu tahun pasca pajanan tersebut. Pajanan terhadap iritan kadar rendah untuk jangka waktu yang lama dapat juga menimbulkan reaksi serupa.</p>
<p>Dewasa ini, sekitar 250 bahan dalam lingkungan kerja sudah diketahui dapat menimbulkan asma. Bahan-bahan dengan berat molekul tinggi (HMW seperti bahan asal hewan, tanaman seperti tepung, kopi, soya) biasanya menginduksi sintesis IgE dan memicu reaksi asma alergi tipe I. Bahan dengan berat molekul rendah (LMW) seperti TDI, Trimellitic Anhydride/TMA, platina, nickel merupakan hapten yang berikatan dengan protein pembawa asal tubuh yang dapat memacu sintesis IgE. Bahan HMW berhubungan, sedang bahan LMW tidak berhubungan dengan atopi. HMW biasanya menimbulkan reaksi dini dan lambat, sedangkan LMW reaksi lambat terisolasi.</p>
<p><em>Bisinosis</em> adalah gejala saluran napas serupa asma dalam berbagai derajat yang disebabkan oleh pajanan terhadap serat kapas. Oleh karena gejala awal bisinosis terjadi pada hari kerja pertama yang biasanya hari Senin, bisinosis disebut juga Monday morning fever atau Monday moning chest tightness atau Monday morning asthma. Bisinosis lebih sering ditemukan pada karyawan pemintalan yang terpajan debu kapas kadar tinggi dibanding karyawan pertenunan.</p>
<p><em> Pneumonitis hipersensitif</em> (PH) adalah penyakit parenkim<em> </em>paru akibat pajanan dan sensitisasi terhadap berbagai debu<em> </em>organik, misalnya produk bakteri, jamur dan protein asal tanaman.<em> </em>Diisosianat yang digunakan dalam produksi poliuretan,<em> </em>busa, plastik dapat pula menimbulkan PH. Reaksi yang terjadi<em> </em>pada PH dewasa ini dianggap sebagai campuran reaksi Tipe III<em> </em>dan Tipe IV.</p>
<p><strong> 2.5 Cara Mendiagnosis Asma Akibat Kerja</strong></p>
<p>Untuk menegakkan diagnosis AAK, perlu diketahui riwayat atopi, penilaian pajanan, imunologi (molekular dan selular), foto paru dan fisiologi seperti hipereaktivitas bronkus, fungsi paru serial, uji inhalasi spesifik yang merupakan <em>gold</em> <em>standard</em>.</p>
<p>Diagnosis asma akibat kerja pada prinsipnya adalah menghubungkan gejala klinis asma dengan lingkungan kerja; oleh karenanya dibutuhkan suatu anamnesis yang baik dan pemeriksaan penunjang yang tepat. Anamnesis teliti mengenai apa yang terjadi di lingkungan kerjanya merupakan hal penting; seperti : kapan mulai bekerja di tempat saat ini, apa pekerjaan sebelum di tempat kerja saat ini, apa yang dikerjakan setiap hari, proses apa yang terjadi di tempat kerja, bahan-bahan yang dipakai dalam proses produksi serta data bahan tersebut. Dan yang tak kalah penting adalah  peninjauan lapangan oleh pemeriksa (dokter) untuk lebih memahami situasi lapangan.</p>
<p>Selain anamnesis mengenai tempat  kerja, yang perlu juga diketahui adalah mengenai klinis yang  terjadi. Kapan mulai timbulnya keluhan, sejak mulai masuk tempat tersebut atau yang dikenal sebagai masa laten. Masa laten dapat beberapa minggu sampai beberapa tahun, umumnya 1-2 tahun.Klinis sesak, batuk, mengi dapat timbul sewaktu  kerja, setelah kerja (sore maupun malam) atau keduanya. Bila frekuensi serangan lebih sering/memburuk sewaktu hari kerja  dibandingkan hari libur atau akhir minggu maka dapat diduga  asma yang timbul berhubungan dengan tempat kerja.</p>
<p>Pemeriksaan penunjang  Spirometri (pemeriksaan FEV1) sebelum dan sesudah <em>shift</em>.  Dikatakan positif bila terjadi penurunan FEV1 sebesar lebih  dari 5% antara sebelum dan sesudah kerja; pada orang normal  variabel tersebut kurang dari 3%. Pemeriksaan ini oleh banyak  ahli diragukan sensitivitasnya karena pada suatu penelitian  hanya 20% penderita asma disebabkan <em>colophony</em> yang turun  FEV1nya selama <em>workshift;</em> sedangkan penurunan FEV1 juga  dijumpai pada 10% kelompok orang yang tidak asma (kontrol).</p>
<p>Cara lain adalah pengukuran FEV1 dan FVC pada pekerja  (tersangka asma akibat kerja) yang dikeluarkan dari lingkung an kerjanya dan kemudian diukur ulang sewaktu bekerja  kembali. Apabila hasilnya memperlihatkan perbaikan selama  meninggalkan tempat kerja dan didukung oleh perbaikan ke luhan maka dapat disimpulkan adanya hubungan keluhan klinis  dan tempat kerja.</p>
<p>PEFR : Pemeriksaan serial PEFR <em>(peak expiratory flow rate)</em> selama hari-hari kerja dan beberapa hari libur di rumah, merupakan pemeriksaan asma akibat kerja yang terbaik. Dikatakan positif respons bila kurva pengukuran selama hari libur di rumah lebih baik dari sewaktu hari kerja.</p>
<p>Tes provokasi</p>
<p>Ada dua macam pemeriksaan:</p>
<ol>
<li>Non spesifik yaitu provokasi bronkus menggunakan histamin atau metakolin. Pemeriksaan ini hanya membuktikan adanya bronkus hiperreaktif .</li>
</ol>
<ol>
<li>Spesifik yaitu provokasi bronkus menggunakan alergen  yang diduga penyebab. Pemeriksaan ini bila dapat dilaksanakan  merupakan cara pembuktian terbaik bahwa alergen tempat  kerja merupakan penyebab. Kesulitannya terletak pada penentuan alergen penyebab dan reproduksinya bila telah diketahui.</li>
</ol>
<p>Tes kulit dan tes serologi</p>
<p>Pemeriksaan ini dapat dilakukan apabila agen penyebab nya bahan dengan berat molekul besar karena akan merangsang  terjadinya reaksi imunologi (IgE).</p>
<p><strong>2.6 Penatalaksanaan Asma Akibat Kerja</strong></p>
<p>Untuk mencegah terjadinya asma akibat kerja maka pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemakaian alat pelindung, pemantauan polutan di udara lingkungan kerja sangat dianjurkan. Bila telah terjadi asma akibat kerja, maka pemindahan ke luar lingkungan kerja merupakan hal penting. Apabila karena  sesuatu hal tidak bisa dipindahkan maka harus dilakukan upaya pencegahan dan pemantauan penurunan fungsi paru.</p>
<p>Evaluasi fungsi paru secara berkala pada pekerja yang  sudah menderita asma akibat kerja diperlukan untuk mencegah  kecacatan. Klinis asma akan menetap sampai beberapa tahun  meskipun pekerja tersebut sudah keluar dari lingkungan kerjanya.</p>
<p>Pengobatan medikamentosa pada pasien asma akibat kerja sama seperti asma bronkial pada umumnya:</p>
<p><em>Teofilin</em>, merupakan bronkodilator dan dapat menekan <em>neutrophil chemotactic factor</em> . Efektifitas kedua fungsi di atas tergantung dari kadar serum teofilin.</p>
<p><em>Agonis beta</em>, merupakan bronkodilator yang paling baik untuk pengobatan asma akibat kerja dibandingkan dengan antagonis kolinergik (ipratropium bromid).</p>
<p>Kombinasi <em>agonis beta</em> dengan <em>ipratropium bromid</em> memperbaiki fungsi paru lebih baik dibanding hanya beta agonist saja.</p>
<p><em>Kortikosteroid</em>, dari berbagai penelitian diketahui dapat mencegah bronkokonstriksi yang disebabkan oleh provokasi bronkus menggunakan alergen. Selain itu juga akan memperbaiki fungsi paru, menurunkan eksaserbasi dan hiperesponsivitas saluran nafas dan pada akhirnya akan memperbaiki kualitas hidup.</p>
<p><strong>BAB III</strong></p>
<p><strong>PENUTUP</strong></p>
<p><strong>3.1 Kesimpulan</strong></p>
<p>Asma akibat kerja adalah asma karena paparan zat di tempat kerja. Secara klinis asma akibat kerja sama dengan asma yang bukan karena kerja. Beberapa penelitian menemukan bahwa lamanya paparan setelah gejala timbul dan beratnya asma saat diagnosa ditegakkan sangat menentukan prognosis. Selain itu, menghindari paparan alergen penyebab ternyata hanya memberi kesembuhan 50 % penderita. Penelitian retrospektif menunjukkan gejala asma, obstruksi bronkus, dan hiperreaktivitas menetap walau tidak ada paparan alergen lagi. Dengan demikian, jelas tindakan preventif yang tepat sangat diperlukan.</p>
<p>Pencegahan tingkat kedua dengan deteksi diri pekerja yang menderita penyakit tersebut dan menghentikan paparan lebih lanjut. Ini akan mengurangi progresifitas penyakit, sehingga tidak menjadi lebih berat. Dokter perusahaan harus melakukan pemantauan medis secara rutin, khususnya pada pekerja yang banyak terpapar alergen.</p>
<p>Tindakan di tingkat tersier adalah menghindarkan pekerja yang telah terdiagnosis dari lingkungan kerja sebelumnya yang banyak alergen, ke lingkungan kerja bebas alergen. Hal ini akan mencegah kerusakan akibat asma dan hiperreaktivitas yang menetap.</p>
<p>Asma akibat kerja yang menjadi permanen, menyebabkan penderita memiliki disabilitas, harus pindah bekerja di bidang lain, bertambahnya biaya pengobatan, dan turunnya kualitas hidup. Karenanya, perusahaan tempat ia berkerja dan mendapat asma seharusnya memberikan kompensasi.</p>
<p><strong>3.2 Saran</strong></p>
<p><strong> </strong>Saat ini sekitar 7 dari 100 pekerja penuh ( full time ) yang bekerja di sektor swasta setiap tahunnya mengalami kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Di dunia sekitar 2,8 juta kasus mengakibatkan hilangnya waktu berproduksi dan setiap tahunnya pula 6000 pekerja meninggal dunia akibat kecelakaan di tempat kerja.</p>
<p>Perencanaan perlu dilaksanakan untuk mengidentifikasi bahaya penilaian pengendalian resiko. Perencanaan harus didokumentasikan dan terus diperbaharui sesuai dengan keadaan. Mengidentifikasikan bahaya, resiko dan implementasi pencegahan termasuk kegiatan rutin dan non rutin, dan kegiatan setiap personal yang mempunyai akses ke tempat kerja termasuk kontraktor dan tamu.</p>
<p>Metode untuk mengidentifikasi bahaya dan penilaian resiko :</p>
<ol>
<li>Mendefinisikan      sesuai ruang lingkup, sifat alami dan waktu untuk memastikan proaktif.</li>
<li>Klasifikasi      resiko dan identifikasi mana yang harus dihilangkan atau dikontrol.</li>
<li>Konsisten      dengan pengalaman operasi dan kemampuan pengontrolan resiko yang dimiliki.</li>
<li>Menentukan      fasilitas yang diperlukan, identifikasi pelatihan yang mungkin diperlukan      atau pengembangan kontrol opersional.</li>
<li>Memonitor      langkah-langkah yang mungkin yang       diperlukan untuk memastikan efektivitas dan ketepatan waktu      implementasi.</li>
</ol>
<p>Identifikasi bahaya, penilaian resiko dan pengontrolan resiko dijelaskan dalam formulir <strong>HIRARC</strong> (<strong><em>Hazard Identification Resico Assesement dan Resico Control</em></strong>).</p>
<p>Suatu perusahaan harus mempunyai kebijakan untuk selalu mamperhatikan dan menjamin implementasi, peraturan keselamatan, kesehatan dan lingkungan yang meliputi :</p>
<ol>
<li>Peningkatan berkelanjutan</li>
<li>Sesuai dengan aturan dan perundangan keselamatan dan kesehatan ditempat kerja yang berlaku.</li>
<li>Mengkomunikasikan keseluruh karyawan agar karyawan  sadar dan mawas mengenai kewajiban keselamatan dan kesehatan pribadi.</li>
<li>Dapat diketahui atau terbuka bagi pihak-pihak yang berminat.</li>
<li>Evaluasi berkala untuk mempertahankan agar tetap relevan dan sesuai dengan perusahaan.</li>
</ol>
<p>Perusahaan juga harus memiliki kewajiban-kewajiban didalam manajemen keselamatan kerja yaitu :</p>
<ol>
<li><em>1. </em><em>Safety Policy</em></li>
</ol>
<p>Mendefinisikan kebijaksanaan umum suatu perusahaan didalam hal keselamatan kerja.</p>
<ol>
<li><em>2. </em> <em>Organisation / Management Commitment</em></li>
</ol>
<p>Merinci komitmen manajemen disetiap level dan dalam bentuk tindakan sehari-hari.</p>
<ol>
<li><em>3. </em><em>Accountability</em></li>
</ol>
<p>Mengindikasikan hal-hal yang dapat dilaksanakan oleh bawahan untuk menjamin keselamatan kerja.</p>
<p>Yang dimaksud Accountability dalam manajemen keselamatan kerja adalah suatu pengukuran yang aktif oleh manajemen untuk menjamin terpenuhinya suatu target keselamatan. Didalam Accountability ini tercakup dua hal yaitu :</p>
<p>1.   <strong><em>Responsibility</em></strong></p>
<p>Yaitu keharusan menanggung aktivitas dan akibat-akibatnya didalam suatu keselamatan.</p>
<ol>
<li><strong>2. </strong><strong><em>Authority</em></strong></li>
</ol>
<p>Yaitu hak untuk memperbaiki, memerintahkan dan menentukan arahan dan tahapan suatu tindakan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Buchari <em>: Manajemen Kesehatan Kerja dan Alat Pelindung Diri, 2007.</em></p>
<p>Cermin Dunia Kedokteran : <em>Penyakit Akibat Kerja, 2006</em></p>
<p>Dr. dr. SITI FADILAH SUPARI, Sp. JP(K) : <em>Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia </em><em>Nomor 1023/MENKES/SK/XI/2008</em></p>
<p><em>Medical Tribune ed.Feb, thn 2003.</em></p>
<p>Misri Gozan : <em>K3 Dalam Industri Kimia, 2007</em></p>
<p>http//www.wikipedia.penyakit akibat kerja-k3.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mariamhartini.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mariamhartini.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mariamhartini.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mariamhartini.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mariamhartini.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mariamhartini.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mariamhartini.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mariamhartini.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mariamhartini.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mariamhartini.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mariamhartini.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mariamhartini.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mariamhartini.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mariamhartini.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=73&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariamhartini.wordpress.com/2010/03/01/penyakit-asma-akibat-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d20ce5092ac771b9a3e76e3a9405d8f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mariamhartini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>puisi</title>
		<link>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/08/21/puisi-9/</link>
		<comments>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/08/21/puisi-9/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 08:43:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mariamhartini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan puisi]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariamhartini.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Lama ku pejamkan mataku Tiada lagi keindahan yang terlihat Hingga saat satu berkas melintas yang ku nikmati dibalik kelopak mataku yang tertutup Sesaat mencairkan kegelapan yang ada Ingin rasanya ku buka mata ini walau sekejap Berharap dapat melihat keindahan sinar yang hangat Namun semua berat tuk ku buka Agar terlihat keagungan yang nyata meski hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=71&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Lama ku pejamkan mataku</em></p>
<p><em>Tiada lagi keindahan yang terlihat</em></p>
<p><em>Hingga saat satu berkas melintas yang ku nikmati dibalik </em></p>
<p><em>kelopak mataku yang tertutup</em></p>
<p><em>Sesaat mencairkan kegelapan yang ada</em></p>
<p><em>Ingin rasanya ku buka mata ini walau sekejap</em></p>
<p><em>Berharap dapat melihat keindahan sinar yang hangat</em></p>
<p><em>Namun semua berat tuk ku buka</em></p>
<p><em>Agar terlihat keagungan yang nyata meski hanya sesaat</em></p>
<p><em>Ternyata semua yang kurasakan sebatas berkas yang tersirat</em></p>
<p><em>Hanya untuk menjadikan kenangan beku</em></p>
<p><em>Yang berlinang dan menghanyutkan bahagia dalam gelap</em></p>
<p><em>Mungkin nanti ku buka mataku yang terpejam</em></p>
<p><em>Saat terdengar kicauan burung pagi</em></p>
<p><em>Membawakan pagi yang bersinar terang</em></p>
<p><em>Just memories, Juli 2005</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mariamhartini.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mariamhartini.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mariamhartini.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mariamhartini.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mariamhartini.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mariamhartini.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mariamhartini.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mariamhartini.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mariamhartini.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mariamhartini.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mariamhartini.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mariamhartini.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mariamhartini.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mariamhartini.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=71&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/08/21/puisi-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d20ce5092ac771b9a3e76e3a9405d8f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mariamhartini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/08/18/puisi-8/</link>
		<comments>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/08/18/puisi-8/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 11:01:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mariamhartini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan puisi]]></category>
		<category><![CDATA[indah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariamhartini.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa… Kata-kata itu yang selalu menghiasi bibirmu Ketika ada percikan permasalahan Telah habiskah kata-kata yang ada dipikiranmu Atau ada rasa bosan yang mengarat dihatimu untukku Saat ku diam… Terlintas dibenakku Kapan aku bisa mencintaimu dengan benar Tanpa ada tuntutan kesalahan Tanpa ada hadirnya keegoisan serta ketidakadilan Kapan… Kapan saat itu tiba Karena aku ingin mengulang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=68&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Kenapa…</em></p>
<p><em>Kata-kata itu yang selalu menghiasi bibirmu</em></p>
<p><em>Ketika ada percikan permasalahan</em></p>
<p><em>Telah habiskah kata-kata yang ada dipikiranmu</em></p>
<p><em>Atau ada rasa bosan yang mengarat dihatimu untukku</em></p>
<p><em>Saat ku diam…</em></p>
<p><em>Terlintas dibenakku</em></p>
<p><em>Kapan aku bisa mencintaimu dengan benar</em></p>
<p><em>Tanpa ada tuntutan kesalahan</em></p>
<p><em>Tanpa ada hadirnya keegoisan serta ketidakadilan</em></p>
<p><em>Kapan…</em></p>
<p><em>Kapan saat itu tiba</em></p>
<p><em>Karena aku ingin mengulang semua kemesraan</em></p>
<p><em>Yang telah kau berikan</em></p>
<p><em>Kan ku hapus semua kesalahan dan dosa</em></p>
<p><em>Agar ku bisa menikmati indahnya cinta </em></p>
<p><em>At School, 08 September 2004 </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mariamhartini.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mariamhartini.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mariamhartini.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mariamhartini.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mariamhartini.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mariamhartini.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mariamhartini.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mariamhartini.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mariamhartini.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mariamhartini.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mariamhartini.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mariamhartini.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mariamhartini.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mariamhartini.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=68&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/08/18/puisi-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d20ce5092ac771b9a3e76e3a9405d8f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mariamhartini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/08/03/puisi-7/</link>
		<comments>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/08/03/puisi-7/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 08:22:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mariamhartini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Membahas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariamhartini.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Aku masih ingin menangis dipelukmu Menumpahkan segala dukaku Aku ingin bersamamu membahas semua suka cita dan desah nafas keriduanku Kini aku tak mampu lagi berjalan tanpa senyuman manismu<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=62&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku masih ingin menangis dipelukmu</p>
<p>Menumpahkan segala dukaku</p>
<p>Aku ingin bersamamu membahas semua suka cita dan desah nafas keriduanku</p>
<p>Kini aku tak mampu lagi berjalan tanpa senyuman manismu</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mariamhartini.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mariamhartini.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mariamhartini.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mariamhartini.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mariamhartini.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mariamhartini.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mariamhartini.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mariamhartini.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mariamhartini.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mariamhartini.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mariamhartini.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mariamhartini.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mariamhartini.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mariamhartini.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=62&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/08/03/puisi-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d20ce5092ac771b9a3e76e3a9405d8f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mariamhartini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/07/26/puisi-6/</link>
		<comments>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/07/26/puisi-6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 02:32:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mariamhartini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan puisi]]></category>
		<category><![CDATA[bibir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariamhartini.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa… Kata-kata itu yang selalu menghiasi bibirmu Ketika ada percikan permasalahan Telah habiskah kata-kata yang ada dipikiranmu Atau ada rasa bosan yang mengarat dihatimu untukku Saat ku diam… Terlintas dibenakku Kapan aku bisa mencintaimu dengan benar Tanpa ada tuntutan kesalahan Tanpa ada hadirnya keegoisan serta ketidakadilan Kapan… Kapan saat itu tiba Karena aku ingin mengulang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=58&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Kenapa…</em></p>
<p><em>Kata-kata itu yang selalu menghiasi bibirmu</em></p>
<p><em>Ketika ada percikan permasalahan</em></p>
<p><em>Telah habiskah kata-kata yang ada dipikiranmu</em></p>
<p><em>Atau ada rasa bosan yang mengarat dihatimu untukku</em></p>
<p><em>Saat ku diam…</em></p>
<p><em>Terlintas dibenakku</em></p>
<p><em>Kapan aku bisa mencintaimu dengan benar</em></p>
<p><em>Tanpa ada tuntutan kesalahan</em></p>
<p><em>Tanpa ada hadirnya keegoisan serta ketidakadilan</em></p>
<p><em>Kapan…</em></p>
<p><em>Kapan saat itu tiba</em></p>
<p><em>Karena aku ingin mengulang semua kemesraan</em></p>
<p><em>Yang telah kau berikan</em></p>
<p><em>Kan ku hapus semua kesalahan dan dosa</em></p>
<p><em>Agar ku bisa menikmati indahnya cinta </em></p>
<p><em>At School, 08 September 2004 </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mariamhartini.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mariamhartini.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mariamhartini.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mariamhartini.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mariamhartini.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mariamhartini.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mariamhartini.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mariamhartini.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mariamhartini.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mariamhartini.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mariamhartini.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mariamhartini.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mariamhartini.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mariamhartini.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=58&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/07/26/puisi-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d20ce5092ac771b9a3e76e3a9405d8f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mariamhartini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/07/26/puisi-5/</link>
		<comments>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/07/26/puisi-5/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 02:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mariamhartini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariamhartini.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Sorry…Ma’y Mungkin kata itu saja saat ini yang pantas Tuk aku ucapakan kepadamu Telah banyak aku sakiti dirimu Telah tebal pula luka yang ku buat dihatimu Mungkin terlambat bagiku tuk mengerti Bahwa ada sayang yang begitu besar didirimu Ada cinta yang luas dihatimu Maaf Ma’y…. Itu hanya sisa sesalku yang lalu Yang masih ku bawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=56&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Sorry…Ma’y</em></p>
<p><em>Mungkin kata itu saja saat ini yang pantas</em></p>
<p><em>Tuk aku ucapakan kepadamu</em></p>
<p><em>Telah banyak aku sakiti dirimu</em></p>
<p><em>Telah tebal pula luka yang ku buat dihatimu</em></p>
<p><em>Mungkin terlambat bagiku tuk mengerti</em></p>
<p><em>Bahwa ada sayang yang begitu besar didirimu</em></p>
<p><em>Ada cinta yang luas dihatimu</em></p>
<p><em>Maaf Ma’y….</em></p>
<p><em>Itu hanya sisa sesalku yang lalu</em></p>
<p><em>Yang masih ku bawa</em></p>
<p><em>Dan ku lampiaskan kepadamu</em></p>
<p><em>Ma’y…</em></p>
<p><em>Maafku terlalu lama tuk ku ungkap</em></p>
<p><em>Sadarku lamban datangnya</em></p>
<p><em>Saat inilah kan ku jaga cinta</em></p>
<p><em>Hingga malampun tak ku ijinkan</em></p>
<p><em>Ciputat, 29 Juni 2004</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mariamhartini.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mariamhartini.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mariamhartini.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mariamhartini.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mariamhartini.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mariamhartini.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mariamhartini.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mariamhartini.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mariamhartini.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mariamhartini.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mariamhartini.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mariamhartini.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mariamhartini.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mariamhartini.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=56&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/07/26/puisi-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d20ce5092ac771b9a3e76e3a9405d8f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mariamhartini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/07/24/puisi-4/</link>
		<comments>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/07/24/puisi-4/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 11:32:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mariamhartini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan puisi]]></category>
		<category><![CDATA[bayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariamhartini.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Sejenak mata ini terbentur bayang keindahan Hingga terajut dalam bunga-bunga malam sunyi Menghangatkan sisi hampa direnungan hati Berharap mimpi tak pergi asa keinginan tak lari Tersentak sesaat mata ini berkedip Terdengar gemuruh riuh suara-suara pemuja Seakan berharap badai kecil kan berlalu Tanpa menghadirkan gelombang besar menerpa Meski butiran air ketidakberdayaan hilang Kering termakan penyesalan Tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=54&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Sejenak mata ini terbentur bayang keindahan</em></p>
<p><em>Hingga terajut dalam bunga-bunga malam sunyi</em></p>
<p><em>Menghangatkan sisi hampa direnungan hati</em></p>
<p><em>Berharap mimpi tak pergi asa keinginan tak lari</em></p>
<p><em>Tersentak sesaat mata ini berkedip</em></p>
<p><em>Terdengar gemuruh riuh suara-suara pemuja</em></p>
<p><em>Seakan berharap badai kecil kan berlalu</em></p>
<p><em>Tanpa menghadirkan gelombang besar menerpa</em></p>
<p><em>Meski butiran air ketidakberdayaan hilang</em></p>
<p><em>Kering termakan penyesalan</em></p>
<p><em>Tak mungkin bisa lagi memaksa</em></p>
<p><em>Langkah tegar tuk berjalan</em></p>
<p><em>Mata binar tuk memandang</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Ciputat, 29 Mei 2004</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mariamhartini.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mariamhartini.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mariamhartini.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mariamhartini.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mariamhartini.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mariamhartini.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mariamhartini.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mariamhartini.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mariamhartini.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mariamhartini.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mariamhartini.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mariamhartini.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mariamhartini.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mariamhartini.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=54&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/07/24/puisi-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d20ce5092ac771b9a3e76e3a9405d8f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mariamhartini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/07/24/puisi-3/</link>
		<comments>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/07/24/puisi-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 11:09:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mariamhartini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan puisi]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa bekas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariamhartini.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Oh apa ini…? Begitu cepatnya… Kehangatan, ketulusan itu tercuci habis Tanpa bekas, sekilas dan lepas Oh apa ini…? Hingga tetesan air mata ini keluar Seperti ada yang menggenang Oh apa ini…? Bukankah ini suatu ketidakadilan Jika kesungguhan lari dari kenyataan Bila kesetiaan ini kandas bersama harapan Akhirnya aku tahu…! Bahwa kehinaan yang ku miliki limbah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=51&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oh apa ini…?</p>
<p>Begitu cepatnya…</p>
<p>Kehangatan, ketulusan itu tercuci habis</p>
<p>Tanpa bekas, sekilas dan lepas</p>
<p>Oh apa ini…?</p>
<p>Hingga tetesan air mata ini keluar</p>
<p>Seperti ada yang menggenang</p>
<p>Oh apa ini…?</p>
<p>Bukankah ini suatu ketidakadilan</p>
<p>Jika kesungguhan lari dari kenyataan</p>
<p>Bila kesetiaan ini kandas bersama harapan</p>
<p>Akhirnya aku tahu…!</p>
<p>Bahwa kehinaan yang ku miliki limbah</p>
<p>Tak pantas mendapatkan cinta sucinya</p>
<p>Meski cinta itu dekat dan melekat</p>
<p>Ciputat, 28 Maret 2004</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mariamhartini.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mariamhartini.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mariamhartini.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mariamhartini.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mariamhartini.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mariamhartini.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mariamhartini.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mariamhartini.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mariamhartini.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mariamhartini.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mariamhartini.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mariamhartini.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mariamhartini.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mariamhartini.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=51&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/07/24/puisi-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d20ce5092ac771b9a3e76e3a9405d8f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mariamhartini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/07/24/44/</link>
		<comments>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/07/24/44/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 09:43:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mariamhartini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan puisi]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariamhartini.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Kucoba gapai semua angan Tentang bayang-bayang keindahan Walaupun keresahan selalu terpahat Telah kutemukan arti yang tersirat Bilapun nanti ku terjatuh dari pebaringan Dan tiada lagi ku temukan kebahagiaan Ingatanku akan selalu melayang Pada seseorang yang kusayang “@n3e” Kuhapus keraguanku atas cintamu Ku ungkap semua tentangku Tak satupun yang alfa dariku Semua yang kau beri singkirkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=44&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Kucoba gapai semua angan</p>
<p style="text-align:center;">Tentang bayang-bayang keindahan</p>
<p style="text-align:center;">Walaupun keresahan selalu terpahat</p>
<p style="text-align:center;">Telah kutemukan arti yang tersirat</p>
<p style="text-align:center;">Bilapun nanti ku terjatuh dari pebaringan</p>
<p style="text-align:center;">Dan tiada lagi ku temukan kebahagiaan</p>
<p style="text-align:center;">Ingatanku akan selalu melayang</p>
<p style="text-align:center;">Pada seseorang yang kusayang</p>
<p style="text-align:center;">“@n3e”</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Kuhapus keraguanku atas cintamu</p>
<p style="text-align:center;">Ku ungkap semua tentangku</p>
<p style="text-align:center;">Tak satupun yang alfa dariku</p>
<p style="text-align:center;">Semua yang kau beri singkirkan keegoanku</p>
<p style="text-align:center;">Yang ada hanya kepercayaan, keikhlasan dan cinta</p>
<p style="text-align:center;">Maryam</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Bingung…</p>
<p style="text-align:center;">Rasanya terombang ambing</p>
<p style="text-align:center;">Tak punya pegangan</p>
<p style="text-align:center;">Tak ada tujuan</p>
<p style="text-align:center;">Ada rasa kehilangan</p>
<p style="text-align:center;">Ada rasa kecewa penuh dengan duka</p>
<p style="text-align:center;">Sedih…</p>
<p style="text-align:center;">Namun tertahan tuk teteskan air mata</p>
<p style="text-align:center;">Mungkinkah…</p>
<p style="text-align:center;">Air pencuci kedukaan itu telah mengering</p>
<p style="text-align:center;">Atau…</p>
<p style="text-align:center;">Enggan tuk lepaskan penderitaan</p>
<p style="text-align:center;">Derita yang dalam</p>
<p style="text-align:center;">Sat separuh jiwa telah hilang</p>
<p style="text-align:center;">Saat separuh kehidupan telah tenggelam</p>
<p style="text-align:center;">Maryam,12 Januari 2005</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Ingin ku lepas semua rindu ini dipelukmu</p>
<p style="text-align:center;">Serta menumpahkan tangis yang terdalam</p>
<p style="text-align:center;">Dada ini terasa begitu sesak</p>
<p style="text-align:center;">Bagai terhimpit serta tersudut dalam keramaian</p>
<p style="text-align:center;">Ku pejamkan mataku</p>
<p style="text-align:center;">Ku bayangkan wajahmu</p>
<p style="text-align:center;">Lalu kurasakan kehadiranmu</p>
<p style="text-align:center;">Ku buka mataku</p>
<p style="text-align:center;">Dan kudapati keramaian yang telah lenyap bersama gelap</p>
<p style="text-align:center;">Jubah hitam yang diturunkan</p>
<p style="text-align:center;">Menyeimuti bumi dengan keanggunan</p>
<p style="text-align:center;">Lalu kulangkahkan kaki menuju peraduan</p>
<p style="text-align:center;">Maryam, 01 Oktober 2004</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Oh apa ini…?</p>
<p style="text-align:center;">Begitu cepatnya…</p>
<p style="text-align:center;">Kehangatan, ketulusan itu tercuci habis</p>
<p style="text-align:center;">Tanpa bekas, sekilas dan lepas</p>
<p style="text-align:center;">Oh apa ini…?</p>
<p style="text-align:center;">Hingga tetesan air mata ini keluar</p>
<p style="text-align:center;">Seperti ada yang menggenang</p>
<p style="text-align:center;">Oh apa ini…?</p>
<p style="text-align:center;">Bukankah ini suatu ketidakadilan</p>
<p style="text-align:center;">Jika kesungguhan lari dari kenyataan</p>
<p style="text-align:center;">Bila kesetiaan ini kandas bersama harapan</p>
<p style="text-align:center;">Akhirnya aku tahu…!</p>
<p style="text-align:center;">Bahwa kehinaan yang ku miliki limbah</p>
<p style="text-align:center;">Tak pantas mendapatkan cinta sucinya</p>
<p style="text-align:center;">Meski cinta itu dekat dan melekat</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Ciputat, 28 Maret 2004</p>
<p style="text-align:center;">Sejenak mata ini terbentur bayang keindahan</p>
<p style="text-align:center;">Hingga terajut dalam bunga-bunga malam sunyi</p>
<p style="text-align:center;">Menghangatkan sisi hampa direnungan hati</p>
<p style="text-align:center;">Berharap mimpi tak pergi asa keinginan tak lari</p>
<p style="text-align:center;">Tersentak sesaat mata ini berkedip</p>
<p style="text-align:center;">Terdengar gemuruh riuh suara-suara pemuja</p>
<p style="text-align:center;">Seakan berharap badai kecil kan berlalu</p>
<p style="text-align:center;">Tanpa menghadirkan gelombang besar menerpa</p>
<p style="text-align:center;">Meski butiran air ketidakberdayaan hilang</p>
<p style="text-align:center;">Kering termakan penyesalan</p>
<p style="text-align:center;">Tak mungkin bisa lagi memaksa</p>
<p style="text-align:center;">Langkah tegar tuk berjalan</p>
<p style="text-align:center;">Mata binar tuk memandang</p>
<p style="text-align:center;">Ciputat, 29 Mei 2004</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mariamhartini.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mariamhartini.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mariamhartini.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mariamhartini.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mariamhartini.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mariamhartini.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mariamhartini.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mariamhartini.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mariamhartini.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mariamhartini.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mariamhartini.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mariamhartini.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mariamhartini.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mariamhartini.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mariamhartini.wordpress.com&amp;blog=8582173&amp;post=44&amp;subd=mariamhartini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariamhartini.wordpress.com/2009/07/24/44/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d20ce5092ac771b9a3e76e3a9405d8f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mariamhartini</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
